Selain menjaga harga, pemerintah juga melakukan langkah untuk meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran BBM bersubsidi. Bahlil sebelumnya menyampaikan bahwa rencana pengendalian konsumsi Pertalite bagi masyarakat yang masuk kelompok desil 9 dan 10 masih menunggu validasi data agar kebijakan yang diterapkan tepat sasaran.
Dalam APBN 2026, pemerintah menetapkan asumsi ICP sebesar 70 dolar AS per barel. Angka tersebut berada di bawah rata-rata ICP Januari–September 2026 yang disampaikan Bahlil, yakni sekitar 85–90 dolar AS per barel.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah memilih tetap mempertahankan harga BBM bersubsidi sembari mencermati perkembangan harga minyak dunia dan dampaknya terhadap kebutuhan anggaran. Kebijakan ini sekaligus diarahkan untuk menjaga keterjangkauan harga energi dan daya beli masyarakat.