Kepastian Harga Tingkatkan Motivasi Petani
Selain dukungan sarana produksi, Hanan menilai kepastian harga jual hasil panen menjadi faktor penting dalam menjaga motivasi petani untuk terus berproduksi.
Kebijakan penetapan harga pembelian pemerintah (HPP), penyerapan gabah oleh Perum Bulog, serta penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dinilai memiliki peran dalam menjaga keseimbangan antara kesejahteraan petani dan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.
Menurut Hanan, kepastian harga dan tersedianya pasar bagi hasil panen dapat memberikan keyakinan kepada petani untuk meningkatkan kegiatan tanam. Dengan kondisi tersebut, petani memiliki pertimbangan ekonomi yang lebih baik dalam menentukan keberlanjutan usaha mereka.
“Petani tidak perlu diperintah-perintah. Harga diperbaiki, kemudian sarana dan prasarana tersedia. Harga jualnya bagus, mereka akan tanam,” tutur Hanan.
Ia menegaskan, keberhasilan meningkatkan produksi dan mencapai swasembada pangan harus diikuti dengan konsistensi kebijakan pemerintah. Berbagai program yang telah berjalan, mulai dari perbaikan irigasi, kemudahan akses pupuk, mekanisasi, hingga penguatan kelembagaan petani, perlu dipertahankan agar capaian sektor pertanian dapat terus meningkat.
Menurutnya, kesinambungan program menjadi faktor penting untuk menjaga produktivitas pertanian sekaligus memastikan ketahanan pangan nasional tidak hanya tercapai dalam jangka pendek.
“Kita sudah swasembada pangan. Jangan sampai kendor lagi, harus kencang,” tegasnya.
Hanan berharap transformasi pertanian yang berlangsung selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dapat terus dilanjutkan melalui kebijakan yang konsisten dan berorientasi pada kebutuhan petani.
Dengan penguatan sarana produksi, modernisasi pertanian, perbaikan tata kelola pupuk, serta kepastian harga hasil panen, ia optimistis fondasi swasembada pangan nasional dapat dipertahankan dan diperkuat secara berkelanjutan.