Lebih jauh, Aprozi meminta insiden KMP Batu Mandi ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan evaluasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab kejadian. Hasil evaluasi tersebut diharapkan menjadi dasar perbaikan sistem pengawasan dan penguatan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
Ia menegaskan, pembenahan keselamatan pelayaran harus menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas layanan transportasi penyeberangan, sehingga masyarakat dapat menggunakan layanan tersebut dengan aman dan nyaman.
Sebagai informasi, KMP Batu Mandi merupakan kapal yang melayani rute penyeberangan Bakauheni–Merak. Kebakaran dilaporkan terjadi pada Selasa sore, 20 Oktober 2026, sesaat sebelum kapal bersandar di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak, Banten.