Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI dari Daerah Pemilihan
Jawa Tengah II, Andhika Satya Wasistho, menghadiri kegiatan rutin Forum UMKM Kabupaten Demak di Kecamatan Karangtengah, Jumat (30/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat organisasi UMKM sekaligus mempersiapkan reorganisasi kepengurusan yang direncanakan berlangsung pada 2027.
Kehadiran Andhika dalam forum tersebut berlangsung di tengah upaya pelaku UMKM Demak memperkuat koordinasi, meningkatkan kapasitas pengurus di tingkat kecamatan, serta memperluas ruang komunikasi untuk menyampaikan kebutuhan dan aspirasi pelaku usaha.
Kegiatan itu juga dihadiri Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Tengah, Siswanto, serta jajaran pengurus dan anggota Forum UMKM Kabupaten Demak.
Ketua Forum UMKM Demak, Ali Musthofa, menjelaskan bahwa agenda rutin di tingkat kecamatan tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi pengurus, tetapi juga wadah memperkuat kebersamaan dan menyerap kebutuhan pelaku usaha di setiap wilayah.
“Ini merupakan rutinitas program Forum UMKM Demak untuk pembelajaran pengurus kecamatan, koordinasi, akses fasilitasi, dan kekompakan di tingkat kecamatan dalam mewujudkan apa yang dibutuhkan di setiap kecamatan. Juga sebagai ajang silaturahmi pelaku UMKM se-Kabupaten Demak,” ujarnya.
Ali mengatakan, kegiatan di Kecamatan Karangtengah juga menjadi tahapan awal dalam mempersiapkan reorganisasi kepengurusan Forum UMKM Demak pada 2027. Untuk itu, seluruh anggota didorong mulai mengidentifikasi figur-figur potensial yang dapat diusulkan menjadi pengurus berikutnya.
Menurut Ali, partisipasi anggota menjadi faktor penting untuk memastikan proses reorganisasi berjalan baik dan menghasilkan kepengurusan yang mampu menjawab kebutuhan pelaku UMKM. Penguatan kegiatan di tingkat kecamatan juga diharapkan menjadi bekal bagi pengurus dalam mengelola program yang lebih besar di tingkat kabupaten.
Sementara itu, kehadiran Andhika Satya Wasistho menjadi bagian dari forum yang mempertemukan pemangku kepentingan dengan para pelaku usaha lokal. Melalui pertemuan semacam ini, berbagai tantangan yang dihadapi UMKM dapat menjadi bahan perhatian dalam mendorong pengembangan usaha dan penguatan ekonomi masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Siswanto mengingatkan para pelaku UMKM agar memiliki kebanggaan terhadap produk dan usaha yang mereka kembangkan. Ia menilai beragam produk lokal Demak, mulai dari olahan jamur, bandeng, hingga makanan khas desa, memiliki potensi untuk terus berkembang apabila dibarengi dengan peningkatan kualitas dan promosi yang berkelanjutan.
“Kalau panjenengan semua tidak bangga atas apa yang dikerjakan hari ini, itu bisa menjadi tanda-tanda nanti akan turun kelas. Sekarang ini trennya UMKM sedang naik kelas,” kata Siswanto.
Siswanto juga mendorong pelaku UMKM untuk beradaptasi dengan perubahan pola belanja masyarakat yang semakin mengandalkan platform digital. Menurutnya, pemanfaatan perdagangan elektronik, seperti TikTok Shop dan Shopee, dapat menjadi sarana untuk memperluas jangkauan pemasaran produk lokal.
Selain pemasaran digital, ia menekankan perlunya pendampingan pemerintah agar pelaku UMKM mampu memenuhi berbagai persyaratan usaha, mulai dari legalitas, sertifikasi produk, perpajakan, hingga pemanfaatan teknologi informasi.
”Tentu pendampingan pemerintah diperlukan agar pelaku usaha mampu menghadapi berbagai tantangan, mulai dari legalitas usaha, sertifikasi produk, perpajakan, hingga pemanfaatan teknologi informasi