kabargolkar.com, PALANGKA RAYA – Melihat kondisi lingkungan yang saat ini tercemar oleh sampah rumah tangga khususnya bahan plastik, memunculkan keprihatinan Sekretaris Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Norhaini.
Menurut politisi Golkar ini, bahwa plastik merupakan salah satu bentuk bahan sintetis dari pengolahan kimia yang akan sangat sulit terurai di alam bebas. Jika bahan organik membutuhkan waktu puluhan hari hingga berbulan-bulan untuk terurai, maka plastik memerlukan waktu ratusan hingga ribuan tahun.
“Bayangkan dampak kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh sampah plastik, maka anak cucu kita dimasa mendatang yang akan terdampak,” ujarnya, Selasa 31 Maret 2020.
Norhanini mengajak seluruh elemen masyarakat mulai dari pemerintah, pihak swasta, hingga masyarakat sendiri untuk mulai meningkatkan kesadaran membatasi penggunaan bahan plastik. Hal ini dilakukan agar pencemaran air dan tanah akibat sampah plastik tidak terus meningkat.
Tingkat pencemaran saat ini mencapai taraf yang mengkhawatirkan, untuk itu perlu campur tangan pemerintah untuk membatasi produksi serta penggunaan plastik. Dalam hal ini pihak industri juga sebaiknya mulai menghasiklan produk atau menciptakan teknologi daur ulang yang lebih ramah lingkungan.