28 Oktober 2020
Tepis Isu Ijazah Palsu, KPU telah Tetapkan Mahyunadi-Kinsu Cabup-Cawabup Kutim
  Bambang Soetiono
  24 September 2020
  • Share :

kabargolkar.com, KUTIM - Pasangan Mahyunadi-Kinsu telah ditetapkan secara resmi sebagai calon bupati dan calon wakil bupati (Cabup-Cawabup) Kabupaten Kutai Timur pada Pilkada 2020 mendatang oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutim. 

Kepastian penetapan Mahyunadi-Kinsu sebagai peserta Pilkada Kutim didapatkan setelah KPU menggelar rapat pleno tertutup pada Rabu (23/9/2020) siang tadi. Rapat itu ikut dihadiri Ketua KPU Kaltim Rudiansyah, anggota Bawaslu Kutim Siti Akhlis Muafin, dan Kapolres Kutim AKBP Indras Budi Purnomo.

Dengan demikian, keduanya siap berlaga meraih suara dan simpati masyarakat untuk menjadi bupati dan wakil pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember 2020 yang akan datang.

Dengan adanya penetapan Mahyunadi-Kinsu tersebut sebagai kandidat Cabup-Cawabup Kabupaten Kutim, hal ini sekaligus menepis isu liar yang beredar perihal Mahyunadi yang maju sebagai kepala daerah dengan menggunakan ijazah palsu sebagaimana yang belakangan ramai diisukan di berbagai media.

Kepada awak media, Ketua KPU Kutim Ulfa Jamilatul Farida mengatakan, penetapan calon dilaksanakan melalui mekanisme rapat pleno tertutup. Hal itu telah dilaksanakan dan telah selesai. Sebagaimana amanah regulasi, KPU akan segera menyampaikan salinan kepada masing-masing pasangan calon (paslon).

“Hasil rapat pleno KPU Kutim, ditetapkan ada 3 pasangan calon peserta pemilihan bupati dan wakil bupati Kutai Timur tahun 2020. Yang saya sebutkan ini adalah waktu pendaftaran di waktu pendaftaran, bukan nomor urut, pengundiannya baru besok dilakukan (24/9/2020),” kata Ulfa.

Ketiga calon yang ditetapkan adalah paslon bupati dan wakil bupati Mahyunadi-Lulu Kinsu. Keduanya diusulkan oleh 23 kursi. Kemudian kedua, paslon bupati dan wakil bupati Ardiansyah Sulaiman-Kasmidi Bullang dengan partai pengusung sebanyak 8 kursi. Selanjutnya, calon bupati dan wakil bupati Awang Ferdian Hidayat-Uce Prasetyo, jumlah kursi ada 9 kursi.

“Dan sudah bisa diketahui ada 3 paslon yang akan menjadi peserta pemilihan umum di tahun 2020 di Kutim,” sebutnya.

Terkait adanya isu ijazah palsu yang menghampiri paslon bupati Mahyunadi sebelumnya, Ulfa mengatakan, bahwa prinsip dasar penetapan adalah hasil verifikasi terhadap dokumen dari setiap paslon. Kalau dokumen pencalonan harus lengkap dan sah di hari pendaftaran.

“Kalau untuk dokumen syarat calonnya, diberikan waktu oleh aturan waktu untuk melakukan verifikasi administrasi. Kemudian dalam hal penetapan, di situ ada hasil verifikasi yang sudah dilakukan KPU Kutim berdasarkan dokumen calon,” jelasnya.

Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.