Kabargolkar.com- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar menargetkan Pilkada Serentak 2020 di Provinsi Banten bisa menang 100 persen, karena Provinsi Banten merupakan salah satu lumbung suara Golkar. Hal tersebut terungkap dalam kegiatan pendidikan politik dan strategi pemenangan pemilu yang digelar di Gedung Golkar, Ciceri, Kota Serang, Ahad, 8 November 2020.
Ketua DPP Partai Golkar Jawa I, Iswara mengatakan, Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto berpesan, bahwa Banten merupakan salah satu lumbung suara Golkar. Oleh karena itu, ketua umum berharap, bahwa kemenangan pilkada serentak di 270 kabupaten/kota dimulai dari Banten, khususnya Kabupaten Serang.
"Dari Kabupaten Serang baru ke Cilegon, Pandeglang, dan Tangsel," katanya dalam acara pendidikan politik dan strategi pemenangan pemilu di Gedung Golkar, Ciceri, Kota Serang.
Oleh karena itu, ujar dia, ketua umum menargetkan bisa memenangkan 100 persen atau kemenangan empat daerah di Banten.
"Banten dengan penduduk yang banyak dan Jawa Barat ini secara proposional menjadi modal luar biasa untuk kemenangan Golkar baik di Pilgub 2023, Pileg, dan Pilpres 2024," ucapnya.
Khusus pilgub, tutur dia, ketua umum akan mendorong kader terbaik Golkar asal Banten untuk menjadi Gubernur Banten. Saat ini, di DPP sudah membicarakan masalah tersebut. Pihaknya sudah punya renstra jangka pendek sampai Pemilu 2024
"Tidak hanya Pilkada 2020, Pilkada 2022, 2023, 2024 sudah disusun," katanya.
Disinggung soal hasil pemantauan di empat kabupaten/kota jelang pencoblosan di Pilkada Banten, dia menuturkan, berdasarkan hasil survei, dia optimistis, empat daerah itu akan menang.
Namun, posisinya jika pemilu dilaksanakan pada September kemarin. Oleh karena itu, saat ini, pihaknya masih melakukan survei kembali yang kemungkinan dalam dua minggu ke depan akan keluar hasilnya.
"Mungkin akan beri data lebih akurat dan valid di akhir bulan ini. Tapi itu untuk konsumsi internal dan so far agenda yang dilakukan berjalan, animo masyarakat baik, alat ukurnya survei itu kami tunggu," ujarnya.
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Golkar Andika Hazrumy mengatakan, dalam kegiatan tersebut, ada beberapa poin yang diberikan. Pertama, pendidikan politik yang diberikan oleh DPP ini untuk penguatan strategi bagi kader di daerah khususnya kader yang wilayahnya melakukan Pilkada 2020.
"Salah satunya tadi bagaimana mengatur strategi pemenangan menjelang Pemilu 2020. Ini termasuk, bahwa kondisi Pilkada 2020 ini menjadi salah satu penguatan untuk strategi Partai Golkar ke depan. Baik pilgub, pileg, dan pilpres," ucapnya.