Sayangnya Hery Angligan masih enggan berbicara mengenai program-program yang akan dilakukannya apabila terpilih menjadi bupati Tabanan. Menurutnya, hal tersebut masih terlalu dini untuk dibicarakan. "Itu akan dibahas nanti oleh Partai Golkar dan koalisi, tentunya kepentingan masyarakat yang pertama. Kemudian partai, agar programnya menjadi satu garis," papar Hery Angligan.
Kendatipun demikian, ia mengatakan akan memprioritaskan sektor pertanian. Menurutnya, petani itu simple, karena petani itu orang yang taat dan patuh. Namun akan kebingungan ketika memasuki panen. Maka ia pun memikirkan konsep seperti catur warna yang terdiri dari Brahmana, Ksatria, Wesya dan Sudra. "Katakanlah petani itu Sudra, biarkan penjualan dan pemasaran, pendistribusian dilakukan oleh Wesya, kemudian Ksatria membuat kebijakan dan warna Brahmana mendoakan serta membuat upacaranya. Jadi petani siap mengikuti semua arahan asalkan setelah panen diberikan ruang untuk dibeli bukan malah harganya dimainkan tengkulak," imbuh pria yang kini berkarir sebagai lawyer tersebut.
Di samping itu, ia melihat data lahan pertanian basah tidak aktual karena banyak terjadi alih fungsi lahan. Menurutnya, tidak apa-apa menjadi lahan kering, namun bagaimana pemerintah dapat berbuat untuk lahan kering tersebut. "Kalau tidak padi ya tanam edamame. Edamame banyak dibutuhkan di hotel-hotel, atau sayur mayur, jadi jangan terpaku dalam satu kondisi. Kita sudah tidak mungkin mencukupi kebutuhan beras karena lahan berkurang, jadi mari kita sadari. Mari kita akui kemudian berbuat bersama," ajaknya.
Di sisi lain, Hery Angligan tidak menamfik jika keputusannya untuk ikut kontestasi politik itu dipertanyakan oleh berbagai pihak, perihal l dana untuk 'nyalon'. Karena banyak anggapan harus memiliki modal minimal Rp 30 miliar untuk nyalon bupati. Tetapi menurutnya, anggapan itu tak sepenuhnya benar dan tak sepenuhnya salah. "Banyak yang bertanya anda siap Rp 30 miliar? Saya bilang tidak siap. Kalaupun saya punya uang, saya tidak mungkin hura-hura untuk itu. Adapun dana yang keluar, ya memang sebagai konsekuensi untuk ajang ini, tapi dana yang kurang perlu kita coba dengan metode lain. Kita ubah, kita fight untuk itu," jelasnya.
"Ada juga kesan keluarin dulu Rp 30 miliar, nanti kalau sudah menjabat 5 tahun akan dapat Rp 35 miliar. Udahlah lupakan saja, mending tidak usah menjabat kalau begitu. Kalaupun misalnya yang lain begitu, ya monggo saja. Saya tidak punya kuasa menyetop, tapi biarkan kami dengan cara berbeda dan unik, dengan keyakinan untuk memberikan warna lain," pungkasnya.
Nantinya formulir penjaringan akan dikembalikan Hery Angligan ke kantor DPD II Golkar Tabanan dengan menunggu hari baik dan tentunya saat itu barulah ia akan ditemani oleh elemen pendukungnya lebih banyak. (baliexpress)