kabargolkar.com, BANDUNG - Masuk tahap penjaringan, Golkar akan segera melakukan survei terhadap 8 calon Bupati yang akan berlaga di Pilkada Kabupaten Bandung pada tahun ini.
Namun, Ketua Tim Seleksi Bakal Calon Bupati Bandung dari Partai Golkar, Cecep Suhendar mengungkapkan, bahwa pelaksanaan survei ini besar kemungkinannya hanya akan berlangsung sekali saja. Pasalnya, waktu yang terkendala akibat pandemi mengakibatkan hanya cukup untuk melakukan sekali survei. Padahal, sebelumnya direncanakan untuk menggelar survei lebih dari sekali.
“Ini karena terkendala pandemi. Sebelumnya pusat berencana menggelar dua atau tiga kali survei untuk menentukan satu calon bupati Bandung,” ujar Cecep Suhendar, Selasa (16/6/2020).
Padahal, saat ini ada beberapa calon yang menyebutkan dirinya mendapatkan peringkat tinggi berdasrkan survei. Menanggapi itu, Cecep menegaskan, bahwa klaim hasil survei bukan berasal dari pusat. Pasalnya, DPP Partai Golkar baru saja melakukan survei. Dia pun mengatakan klaim survei yang beredar kemungkinan hasil survei perorangan saja.
Berdasarkan informasi, survei DPP Golkar sesuai dengan Juklak 3 Tahun 2020. Selain melakukan survei, juklak itu juga menyebutkan beberapa poin lainnya, seperti penentuan koalisi dan pasangan calon yang akan mengacu pada hasil survei.
Survei yang dilakukan oleh DPP Partai Golkar ini bersifat independen serta profesional. Cecep menyebutkan, saat ini ada 10 lembaga survei yang direkomendasikan. Dan, berdasarkan undian, nantinya hanya satu lembaga survei yang akan melakukan survei. "Survei dilakukan untuk mengkaji siapa yang layak jadi calon bupati dari delapan bakal calon itu,” pungkasnya.