Kabargolkar.com - Sejumlah petani gabah kini tengah mengeluh lantaran gabah yang diproduksi para petani hanya dihargai murah, berkisar Rp3.400 hingga 3.600/kg ditambah potongan yang mencapai 10-12 persen.
Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso, Supriyadi menegaskan, harga gabah seharusnya dikontrol oleh pemerintah daerah. Nantinya, Pemda wajib menjalankan fungsi monitoring, koordinasi, serta pengawasan.
"Saya pikir ini perlu dilakukan Pemda, agar petani tidak merasa dirugikan," terang Supriyadi yang juga Ketua Dewan Pertimbangan DPD II Partai Golkar Bondowoso ini.
Ia menambahkan, sebagai anggota parlemen di daerah, pihaknya menaruh harapan besar pada Bulog supaya bisa membeli gabah petani dengan harga yang kompetitif.
"Dalam situasi pandemi COVID-19 seperti sekarang ini kita harus memperhatikan keluhan masyarakat. Jika pemasukan petani seret, maka daya beli juga akan rendah. Itu akan memperparah kondisi ekonomi kita," pungkasnya.