Kabargolkar.com - Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Viada Hafid, mengaku terinfeksi COVID-19. Selain dia, empat anggota dewan lainnya dari komisi yang sama juga terpapar penyakit yang ditularkan virus Sars-CoV-2 tersebut. Karena itu, Komisi I meniadakan agenda rapat pada pekan ini.
"Komisi I pekan ini tidak mengagendakan rapat di lingkup DPR. Saya bersama lima anggota Komisi I lainnya positif COVID-19. Juga ada tiga anggota tim kesekretariatan di Komisi I. Semoga, pekan depan rapat-rapat dapat kembali berjalan," cuit Meutya melalui akun Twitternya, Selasa, 1 Februari 2022.
Meutya pun mengajak masyarakat agar kembali memperketat implementasi protokol kesehatan. Apalagi, kini akibat varian Omicron, kasus COVID-19 kian melonjak.
Namun, yang tertular COVID-19 bukan hanya anggota Komisi I, ada pula anggota parlemen di komisi lainnya yang terinfeksi. Ketua Komisi X dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Syaiful Huda, mengaku pada pekan ini baru pulih usai terinfeksi Omicron.
Alhasil, rapat di Komisi X tetap dilaksanakan, namun kehadiran fisik dibatasi maksimal 50 persen. Sisanya mengikuti rapat secara daring.
Lalu, apakah ada kebijakan dari Sekretariat Jenderal DPR untuk mencegah meluasnya COVID-19 di lingkungan parlemen?
Meutya Hafid mengaku bergejala COVID-19
Sementara, melalui akun Instagramnya, Meutya mengatakan, ia terpapar COVID-19 sejak Senin, 31 Januari 2022. Hasil tes swab PCR menunjukkan ia terinfeksi virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China.
Politikus Partai Golkar itu mengakui selama beberapa hari terakhir ia tidak enak badan. Dia mengaku terakhir beraktivitas di luar rumah pada Rabu dan Kamis pekan lalu.
"Yes, saya (terinfeksi) bergejala. Mulai terasa hari Sabtu di tenggorokan. Terasa sekali kemarin/Minggu; demam, ngilu (kalau saya bahkan juga terasa di geligi). Hidung berair. Pagi ini saya PCR, sedikit batuk mulai terasa hari ini," kata Meutya di akun Instagram-nya, kemarin.
Di akun media sosialnya itu pula, Meutya curhat bahwa ia sempat kecewa karena hasil CT-nya rendah dan konsentrasi virus tinggi. Mengetahui hasil itu, ia sempat bertanya ke beberapa teman soal pengalamannya melawan COVID-19.
"Dengan begitu, saya baru tenang lagi, karena ada yang CT-nya seperti saya, tapi tak lama kemudian berhasil sembuh. Intinya, cari penjelasan positif dari orang yang pernah mengalami langsung," tutur dia.
Untuk proses pemulihan, Meutya memilih melakukan isolasi mandiri di rumah. Ia juga memilih tak terlalu banyak mengonsumsi obat, tapi makan buah-buahan.
"Sederhananya hanya ditopang vitamin dan istirahat, lalu bersikap happy dan semangat. Tapi, ini tentu berbeda bila kondisinya di orang lain. Karena tubuh masing-masing orang berbeda. Tapi, tetap konsul ke dokter," katanya.
Meutya bersyukur karena dokter yang ia ajak konsultasi cukup terbuka dengan pilihannya, yang tidak ingin mengonsumsi terlalu banyak obat. (idntimes.com)