kabargolkar.com - Program Bupati Sidoarjo untuk menaikkan insentif Ketua Rukun Tetangga (RT) / Ketua Rukun Warga (RW) mendapat sorotan dari Ketua DPD Golkar Sidoarjo, Adam Rusydi. Bagaimana tidak, hingga saat ini, program itu belum juga terealisasi baik dari tahun anggaran 2021 ataupun 2022.
Adam menyebut, banyak perwakilan RT/RW yang beberapa kali menyampaikan keluhan ini padanya. Program prioritas bupati itu rencananya bakal menaikkan insentif untuk RT/RW menjadi Rp 6 juta dalam setahun.
“Sudah seharusnya insentif untuk RT/RW ini dinaikkan. Terlebih program ini juga sudah masuk dalam program Pemkab sebagai bupati terpilih juga. Tapi hingga sekarang belum juga terealisasi,” kata Adam, Minggu (9/10/2022).
Pria yang juga menjabat sebagai salah satu anggota DPRD Jawa Timur itu mengaku, anggotanya yang berada di DPRD Sidoarjo saat ini sudah diinstruksikan untuk mengawal isu ini. Harapannya, realisasi program ini bisa secepatnya diwujudkan.
“Mereka ini, RT/RW merupakan garda terdepan pelayanan masyarakat. Sudah sepatutnya mereka mendapatkan apresiasi dengan menaikkan insentif bagi mereka,” ujarnya.
Di saat yang sama, Ketua RT 17/RW 08, Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati menambahkan, selama ini insentif untuk RT, selama satu bulan, sebesar Rp 100 ribu. Hal ini, menurutnya, terlalu rendah.
“Misal ketika ada warga sakit atau meninggal, tentu ada tali kasih kepada warga ini. Sedangkan di saat yang sama, Pak RT dan Pak RW minim ada isi dompet. Jadi, menurut saya, anggaran untuk operasional ini investasi yang tepat untuk komunikasi sosial dan budaya di masyarakat,” ucapnya.
Dia mengaku sangat mendukung kebijakan Pemkab untuk menaikkan insentif tersebut. Hanya saja, lagi-lagi dia mempertanyakan, kapan realisasi program itu terwujud? Sehingga, kemaslahatan bersama masyarakat akar rumput bisa berjalan dengan baik.