Dihadapan para mahasiswa Kang Ace mengaskan, resesi dunia dan ketidakpastian global bukan untuk ditakuti tapi justru untuk bisa dihadapi dengan optimis. “Optimisme Indonesia menunjukan pada tren positif. Saya juga ingin seluruh civitas akademik di STIE Yasa Anggan juga untuk selalu memiliki pandangan optimis,” ujarnya.
Salah satunya, kata Kang Ace, tantangan ini harus dihadapi bahwa kebijakan ekonomi kita harus bertumpu pada ekonomi riil. Potensi kampus harus digali, sikap kewirausahaan harus terus ditumbuhkan dimana-mana.
“Indonesia harus mampu memanfaaatkan bonus demografi yang dimiliki. Pilihan kedepan kita adalah menjadi negara maju atau mundur,” kata Kang Ace memberi semangat.
Indonesia kata dia akan berada pada posisi usia produktif. Generasi Milennial dan generasi Z adalah generasi yang akan meneruskan arah bangsa kedepan. Sementara di negara-negara maju seperti Jepang kini tengah mengalami persoalan kependudukan dimana masyarakatnya lebih didominasi oleh warga dengan usia tua. Dimana negara harus terus memberikan subsidi.
“STIE Yasa Anggana harus terdepan memanfaatkan situasi ini. Melahirkan enterprener tangguh dan tahan banting. Berkontribusi untuk kemajuan ekonomi bangsa kedepan terutama di Kabupaten Garut ini,” kata Kang Ace.