Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Robert J. Kardinal Optimistis KNMP Kembalikan Kejayaan Perikanan Papua
  Muzaki   18 Mei 2026
Anggota Komisi IV DPR RI, Robert J. Kardinal

Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI Robert J. Kardinal
menyatakan optimisme terhadap program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang dinilai mampu menghidupkan kembali kejayaan sektor perikanan tangkap di Tanah Papua. Ia bahkan meyakini Papua berpotensi menjadi pusat produksi tuna terbesar di kawasan timur Indonesia apabila program tersebut dijalankan secara maksimal.

Menurut Robert, Papua memiliki sumber daya perikanan yang sangat besar, khususnya di tiga kawasan strategis yang hingga kini belum tersentuh pembangunan KNMP. Ketiga wilayah tersebut meliputi Distrik Kepulauan Ayau di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya; Kepulauan Auri di Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat; serta perairan Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Supiori di Provinsi Papua.

“Ketiga kawasan tersebut memiliki nilai strategis ganda sebagai sentra produksi sekaligus kawasan pertahanan terluar negara berbasis masyarakat nelayan,” jelasnya dalam keterangan tertulis kepada wartawan di Jakarta, Minggu (17/5/25).

Politikus Partai Golkar itu juga memberikan apresiasi kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Sakti Trenggono atas implementasi program unggulan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang telah berjalan di sejumlah daerah perbatasan, mulai dari Pulau Miangas di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara hingga Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.

Meski demikian, legislator dari daerah pemilihan Papua itu menilai pemerintah perlu memberikan perhatian lebih besar kepada wilayah-wilayah yang memiliki potensi sumber daya ikan terbesar di Papua.

“Tiga titik di Papua ini harus menjadi prioritas Kampung Nelayan Merah Putih karena potensi ikannya sangat besar dan bisa menjadi motor kebangkitan industri perikanan di kawasan timur Indonesia,” tambahnya.

Robert menjelaskan, ketiga kawasan tersebut dikenal sebagai sentra tuna sirip kuning atau yellowfin tuna yang belum dikelola secara optimal. Selain itu, wilayah-wilayah tersebut merupakan gugusan pulau terluar di utara Papua yang secara geografis lebih dekat dengan negara tetangga dibanding pusat pemerintahan di Papua.

“Kenapa penting mendirikan Kampung Nelayan Merah Putih di tiga kabupaten itu karena lokasi-lokasi tersebut merupakan pulau-pulau terluar di Tanah Papua bagian utara. Misalnya Pulau Mapia itu ke Palau cuma sekitar 68 mil, sementara ke Biak lebih jauh mencapai 180 mil. Jadi mestinya kampung nelayan merah putih dibuat di situ supaya Merah Putih berkibar di situ,” tegasnya.

Ia menambahkan, kawasan tersebut memiliki kekayaan laut yang melimpah, mulai dari tuna, cakalang, kerapu, rumput laut hingga teripang. Sebagian besar masyarakat setempat juga menggantungkan mata pencaharian dari sektor kelautan dan perikanan.

Karena itu, pembangunan KNMP di wilayah tersebut dinilai tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi dan hilirisasi perikanan, tetapi juga memperkuat pertahanan negara di kawasan terluar berbasis masyarakat nelayan.

Robert turut menyoroti Kepulauan Mapia atau Pulau Beras di Kabupaten Supiori yang disebut sebagai salah satu sentra penghasil tuna terbesar di Papua. Ia mengingatkan kawasan tersebut pernah mengalami masa kejayaan industri perikanan saat perusahaan pengalengan ikan PT Biak Mina Jaya milik Jayanti Group beroperasi pada periode 1999 hingga 2003

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.