Kabargolkar.com - Menyamput pesta demokrasi di tahun 2024, Partai Golkar Kota Depok tidak main-main mempersiapkan diri dalam menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Baru-baru ini, seluruh Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) diberikan pendidikan ilmu politik di Hotel Bumi Wiyata, Jalan Margonda Raya, Kecamatan Pancoranmas, Sabtu (11/3).
"Tujuannya untuk mempersenjatai para fungsionaris Partai Golkar Kota Depok agar memiliki keilmuan meraih suara. Tidak hanya berbasis tradisional saja yang seperti biasa, tapi berbasis kekinian yakni serangan udara," kata Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok, Farabi Arafiq.
Menurut Farabi, keseriusan dalam memenangkan Bacaleg itu ditunjukan dari pemilihan narasumber yang dianggap berpengalaman.
Dalam pendidikan politik tersebut, setiap peserta harus mengikuti seluruh sesi kegiatan. Jika jumlah absensi kurang dari 80 persen, maka dipastikan tidak akan dicalonkan sebagai Bacaleg dalam Pemilu 2024.
"Mempersipakannya matang, yang mengirim pembicara dari DPD Partai Golkar Jawa Barat. Kalau absen kurang 80 persen tidak dicalonkan, bakal ada 50 orang yang akan gugur, 50 akan kita ambil," jelas Farabi.
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, TB Ace Hasan Syadzily meminta, pengurus Partai Golkar Kota Depok untuk melakukan evaluasi terhadap seluruh potensi Bacaleg. Sehingga, target kemenangan dapat tercapai.
"Nanti pada saat sekitar bulan Agustus dan September, kita nanti akan memilih diantara kader-kader tersebut siapa yang layak dicalonkan menjadi anggota legislatif di tahun 2024 nanti," kata dia.
Selain itu, DPD Partai Golkar Jawa Barat terus berupaya melakukan persiapan menjelang masuknya pesta demokrasi di Indonesia di tahun 2024. Salah satunya, lewat pendidikan politik tersebut.
"Pendidikan politik ini upaya kami untuk yang pertama adalah memperkuat ideologi Partai Golkar, yang kedua adalah pembekalan bagaimana komunikasi politik," sebut Ace.
kampanye bersama masyarakat termasuk menggunakan media sosial. Selanjutnya, Bacaleg akan dibekali dengan strategi kampanye bersama dengan masyarakat.
"Termasuk penggunaan media sosial agar pada saat mereka terjun ke masyarakat memiliki kemampuan dan keterampilan yang memadai. Nantinya keterampilan saat kampanye akan bisa digunakan oleh Bacaleg untuk meraih simpati masyarakat. Sehingga dengan keterampilan dan skill kampanye tersebut, mereka bisa meraih simpati dari masyarakat," tandas Ace.