Kabargolkar.com - Wakil Ketua Umum Golkar yang juga anggota Komisi XI
DPR RI, Melchias Markus Mekeng, memperjuangkan penggelontoran anggaran sebesar Rp 15 Miliar untuk pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di sejumlah wilayah di Kabupaten Flores Timur.
Desa Sagu, Kecamatan Adonara, merupakan salah satu titik sasaran pemanfaatan anggaran tersebut untuk pembangunan JUT. Kepala Desa Sagu, Taufik Nasrun memberikan apresiasi atas perjuangan tersebut.
“Masyarakat Sagu khususnya para petani sangat senang dengan pekerjaan JUT menuju Nepa (Nama lokasi untuk lahan kering). Sehingga mereka mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut andil atas program JUT dimaksud,” sebut Kades Sagu Taufik Nasrun pada Senin (26/6/2023).
Kades Taufik mengatakan, selain kebutuhan JUT, Desa Sagu masih mengharapkan sentuhan pembangunan infrastruktur dari Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Pemda Provinsi NTT dan Pemerintah Pusat.
Disebutkan, kebutuhan yang sangan serius yang perlu diperhatikan adalah, ruas jalan dari pusat Desa Sagu menuju Dusun IV Arang.
“Status jalan tersebut merupakan jalan Kabupaten sepanjang 3,5 Km. Harapannya ruas jalan tersebut dalam T.A yang akan datang dapat dikerjakan,” ujar Kades Taufik.
Diberitakan sebelumnya, politisi senior Partai Golkar yang kini anggota Komisi XI DPR RI, Melchias Markus Mekeng mengucurkan dana sebesar Rp 20 Miliyar untuk sektor pertanian di Kabupaten Flores Timur. Dana Ketahanan pangan ini diperjuangkan Melky Mekeng dalam rangka mendukung Pemda Flores Timur untuk menjaga laju inflasi dari sektor pangan.
Dana tersebut merupakan jalur aspirasi Anggota DPR RI. “Ini dana untuk ketahanan pangan yang dialokasikan melalui DAK penugasan atau jalur aspirasi anggota DPR RI,” sebut Melchias Markus Mekeng melalui staf ahlinya Herman Hayong, Rabu (9/11/2022).
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar itu mengatakan, detail peruntukan dari dana sebesar Rp 20 Miliyar itu sesuai usulan Pemda Flores Timur beberapa bulan lalu.
“Ada tiga sasaran program yaitu jalan usaha tani, sumur bor dan pengadaan mesin/peralatan pasca panen,” ujar Melchias Mekeng.
Untuk diketahui, pada 16 September 2022 silam, Penjabat Bupati Flores Timur, Doris Alexander Rihi, melayangkan permohonan kepada Menteri Pertanian RI agar mendapatkan Bantuan Pembangunan Prasarana dan Sarana Pertanian dalam Mendukung Usaha Tani Tanaman Pangan dan Hortikultura.
Pasalnya, belum cukup tersedianya Prasarana dan Sarana Pertanian di Kabupaten Flores Timur untuk mempercepat dan mempermudah arus mobilisasi Sarana Produksi dan hasil produksi pertanian dari dan ke kebun di tingkat Petani, Poktan/Gapoktan.
“Kami usulan bantuan pembangunan prasarana dan sarana pertanian berupa pembangunan jalan usaha tani, pembangunan sumur bor tanah dalam dan sumur bor tanah dangkal serta pengadaan mesin pasca panen berupa mesin pemipil jagung, mesin perontok sorgum, mesin penyosoh sorgum, dan mesin penepung sorgum yang dianggarkan melalui sumber dana DAK di tahun anggaran 2023,” sebut Doris Rihi.
Ia menambahkan, usulan tersebut dengan rincian seperti Pembangunan JUT (Jalan Usaha Tani) sepanjang 94 Km, sumur bor tanah dalam 28 unit dan sumur bor tanah dangkal 7 unit yang dialokasikan pada desa-desa yang tersebar pada 15 Kecamatan