Kabargolkar.com - Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani mengupayakan tidak ada lagi desa tertinggal di daerahnya.
Desa tertinggal adalah desa yang mempunyai ketersediaan dan akses terhadap pelayanan dasar, infrastruktur, aksesibilitas/transportasi pelayanan umum, dan penyelenggaraan pemerintahan yang masih minim.
"Saya menargetkan pada 2024 tak ada lagi desa dengan status tertinggal," kata Indah, Selasa (8/8/2023).
"Saya sudah menargetkan ke PMD dan camat, 2024 tidak ada lagi desa dengan status tertinggal di Luwu Utara," imbuhnya.
Bupati perempuan pertama di Sulawesi Selatan (Sulsel) ini mengatakan desa yang masuk kategori tertinggal di Luwu Utara sisa lima, dari sebelumnya 18 desa.
"Dan kita berharap jumlah desa mandirinya semakin bertambah," katanya.
Indah meminta operator desa menginput data apa adanya. Dengan profil desa yang clear dan terupdate tiap saat.
Maka kata Indah, perencanaan pembangunan desa akan berjalan dengan baik.
Indeks Desa Membangun (IDM) juga sangat tergantung pada data atau profil desa.
"Itu artinya profil desa juga sangat bergantung pada operator yang ikut pelatihan. Maka operator yang dilatih itu adalah aset, untuk itu harus dipastikan bekerja,"
"Lakukan monitoring dan evaluasi dalam dua bulan ke depan, pastikan aset bergerak produktif karena dampaknya pada perkembangan kemajuan desa," imbuh Indah.
Ia menegaskan profil desa dapat digunakan dan dimanfaatkan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.
Khususnya menurunkan angka kemiskinan ekstrem sampai dengan 0 persen dan penurunan angka stunting di prevalensi 14 persen.
"Sehingga dasar penyusunan dan penganggaran pembangunan desa menjadi semakin berkualitas dengan data yang paripurna,"
"Jadi pembangunan tidak berdasarkan intuisi dari para elit di desa tp berdasarkan kebutuhan," ujar Indah. (tribunnews.com)