kabargolkar.com, SOLO – Kementerian Perindustrian terus berupaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten untuk memenuhi kebutuhan sektor manufaktur, termasuk untuk industri tekstil dan produk tekstil (TPT).
Penyediaan tenaga kerja terampil diyakini dapat mendorong produktivitas dan daya saing sektor industri, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Apalagi, industri tekstil merupakan salah satu dari tujuh sektor yang mendapat prioritas pembangunan. Hal ini sesuai dengan implementasi roadmap Making Indonesia 4.0,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat melakukan kunjungan kerja di Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil (AK-Tekstil) Surakarta, Jumat (18/6) lalu.
Selama ini industri tekstil memiliki peran penting dalam memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian nasional. Selain itu, sektor ini juga dinilai strategis karena merupakan sektor padat karya dengan orientasi ekspor.
Menperin mengatakan kinerja ekspor industri tekstil tercatat sebesar USD 10,55 miliar pada 2020. Sementara itu, secara year-on-year, penyerapan tenaga kerja di sektor industri tekstil terus meningkat. Pada 2019, terdapat 2,8 juta pekerja, naik dari 1,7 juta pekerja pada 2018. Sementara pada 2020, meski ada tekanan pandemi, penyerapan tenaga kerja di sektor tekstil justru meningkat menjadi 3,9 juta orang.
“Tingginya permintaan tenaga terampil untuk industri tekstil membuat Kementerian Perindustrian berinisiatif bekerjasama dengan Pemerintah Kota Surakarta, Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jawa Tengah dan Solo Technopark untuk mendirikan AK-Tekstil Solo,” ujarnya. dijelaskan.
Perlu diketahui, AK-Tekstil Solo berdiri pada akhir tahun 2015, dan diresmikan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Januari 2016. AK-Tekstil Solo menyelenggarakan program pendidikan setara Diploma II yang terdiri dari tiga program studi yaitu Teknik Pembuatan Benang, Manufaktur Fabrikasi dan Teknik Manufaktur Garmen.
Menperin menjelaskan, AK-Tekstil dilengkapi dengan fasilitas pendidikan berupa laboratorium, bengkel, dan mengajar pabrik. Selain itu juga dilengkapi dengan lembaga sertifikasi profesi dan tempat uji kompetensi. Bahkan, AK-Tekstil Solo telah menggunakan metode pendidikan vokasi yang juga diterapkan di negara-negara industri maju, dengan konsep dual system.
Artinya, kurikulum AK-Tekstil berorientasi pada penguasaan keterampilan kerja dengan mengintegrasikan pendidikan di kampus dengan pendidikan di industri, sehingga dapat tercipta sinergi pembelajaran yang efektif untuk menghasilkan tenaga kerja yang berdaya saing tinggi dan benar-benar siap bekerja di dunia industri, ” katanya. sambungnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian Aris Gunawan menambahkan, AK-Tekstil Solo merupakan pelopor pendidikan vokasi dan menjadi acuan. Karena membangun kerjasama yang baik antara lembaga pendidikan dan industri.
“AK-Tekstil Solo dapat menyediakan tenaga kerja yang kompeten sesuai dengan kebutuhan industri TPT saat ini. Hal ini dikarenakan pelaksanaan program unggulan BPSDMI, yaitu: menghubungkan dan mencocokkan dengan pelaku industri mengintegrasikan kurikulum pendidikan di kampus dengan pendidikan industri. Sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan efektif. Dan tentunya dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri dan bersedia bekerja langsung di industri ini,” ujarnya.