“Minggu depan saya akan menghadiri peletakan batu pertama Kawasan Industri Tanah Kuning di Kalimantan Utara, yang banyak diminati investor karena komoditas yang tersedia, luas lahan yang luas, dan sungai yang berpotensi menjadi pembangkit listrik tenaga air. Dengan menggunakan energi listrik dari tenaga air, produk yang dihasilkan akan mengeluarkan emisi karbon yang rendah,” paparanya.
Perubahan Iklim
Untuk menghadapi ancaman perubahan iklim, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021 tentang Nilai Ekonomis Karbon. Menko Luhut memaparkan bahwa kedepannya pemerintah akan mencermati implementasi Perpres ini agar pasar karbon Indonesia terbentuk dengan baik dan emisi karbon dapat terjaga untuk mencapai target NDC Indonesia.
“Kami juga telah berdiskusi dengan para donatur dan investor untuk membantu pensiun dini pembangkit listrik tenaga batu bara untuk mengurangi emisi pembangkitan secara keseluruhan,” ucapnya.
Dari sisi regulasi, Pemerintah telah menyiapkan berbagai reformasi untuk mendukung investasi yang dapat mendorong transformasi ekonomi Indonesia.
Pemerintah telah menerbitkan UU Cipta Kerja dan peraturan pelaksanaannya. Implementasi UU Cipta Kerja akan memfasilitasi investasi dengan perizinan berbasis risiko, koordinasi pemerintah pusat-daerah, dan perubahan rezim dari daftar investasi negatif menjadi investasi prioritas. Pemerintah juga memastikan akan terus menyiapkan skema insentif yang menarik untuk mendorong penanaman modal, baik bagi penanam modal dalam negeri maupun penanam modal asing.
“Insentif yang ditawarkan saat ini antara lain tax holiday, kemudahan perizinan, insentif kawasan industri, serta pengutamaan TKDN untuk pengadaan pemerintah. Kedepannya, kami akan terus fokus menerapkan regulasi tersebut untuk memfasilitasi investasi yang mendorong transformasi ekonomi Indonesia dan saya berharap investor di sini tidak sungkan menghubungi saya jika mengalami kesulitan dalam berinvestasi,” ujarnya.
Menko Luhut juga menegaskan kembali bahwa kita tidak bisa lepas dari tantangan global yang semakin hari semakin kompleks dan dinamis. Oleh karena itu, kita perlu beradaptasi dan mengenali peluang dari setiap tantangan.
“Keberhasilan penanganan COVID-19 menunjukkan bahwa ketika kita bekerja sama, kita mampu. Saya berharap momentum pemulihan ekonomi yang terjadi saat ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan menjadi titik balik bagi bangsa ini. Kita tidak boleh sombong, tetapi marilah kita tetap optimis di tengah kesulitan agar kita bisa membangun Indonesia Maju 2045,” pungkas Menko Luhut.