Selain itu, Menko Luhut juga mengajak para stakeholders, termasuk pemerintah dan masyarakat agar kompak menerapkan protokol kesehatan, melakukan vaksinasi kedua dan booster, dan menjaga jarak. Ketiga aspek ini menjadi penentu penting bagi kondisi pandemi Covid-19. “Berkaca dari negara lain, varian Omicron dapat meningkat dengan cepat,” ucap Menko Luhut melanjutkan. Ia pun meminta agar masyarakat tidak pergi ke luar negeri atau keluar kota bila tidak benar-benar diperlukan.
Mengenai vaksinasi, tingkat vaksinasi dosis 1 dan 2 untuk umum dan lansia umumnya sudah tinggi di Jabodetabek dan perlu dilakukan akselerasi vaksinasi booster disana. Kemudian, vaksinasi dosis 2 untuk umum dan lansia masih perlu dikejar di beberapa provinsi, seperti di Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, dan Jawa Timur. Hal ini karena dosis 2 di wilayah-wilayah tersebut masih di bawah angka 70 persen per 11 Januari 2022.
Menyambung, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah terus berupaya untuk menjaga ketersediaan vaksin. “Vaksin juga sudah kami siapkan, baik yang produksi dalam negeri seperti vaksin merah-putih maupun dari luar negeri untuk mendukung supply vaksin di Indonesia, termasuk yang akan digunakan menjelang MotoGP di Mandalika, Lombok” ungkapnya.
Ia berharap sebelum pelaksanaan MotoGP pada bulan Maret nanti, vaksinasi dosis kedua dan dosis ketiga sudah mencapai target untuk mengurangi kemungkinan paparan Covid-19 di antara para penonton yang hadir.
Kemudian, soal pertemuan tatap muka (PTM) bagi pelajar, Menko Luhut mengatakan bahwa sejak Januari 2022 kegiatan tersebut sudah mulai dilakukan. Sekolah, menurutnya, dapat melakukan PTM 100 persen bila pelaksanaan vaksin dosis keduanya sudah mencapai 75 persen. “Sementara itu, sepertinya perlu diberikan alternatif belajar dari rumah pada PTM siswa kelompok usia kurang dari 12 tahun hingga vaksinasi dosis 2 mencapai angka lebih dari 70 persen,” sebut Menko Luhut.
Terakhir, Menambahkan pernyataan kedua menko tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa Jakarta akan dijadikan medan tempur Varian Omicron yang pertama di Indonesia.
“Sebagian besar, lebih dari 90 persen transmisi lokal Varian Omicron terjadi di Jakarta, jadi kita harus mempersiapkan khusus DKI Jakarta sebagai medan perang pertama menghadapi Omicron dan kita harus bisa memastikan kita bisa menangani,” ujarnya tegas. Sesuai arahan Presiden, Menkes Budi menyatakan bahwa masyarakat tidak perlu panik, tapi tetap harus mematuhi prokes, disiplin memanfaatkan aplikasi Peduli Lindungi, menjauhi kerumunan serta mengurangi mobilitas.*