Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Gandeng 14 Mitra Strategis, Kementerian P2MI Perkuat Perlindungan PMI dari Hulu Ke Hilir
  Muzaki   19 Desember 2025
Menteri P2MI, Mukhtarudin (tengah) saat menandatangani MoU bersana mitra strategis dalam rangka penguatan perlindungan PMI (15/12), Foto: detik.com
program konkret, termasuk penguatan digitalisasi dan pengawasan konten ilegal. Penguatan komunikasi dan literasi digital dinilai penting karena masih banyak calon PMI menjadi korban penipuan iklan lowongan kerja ilegal di media sosial.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan komitmen penuh untuk melindungi Pekerja Migran dari ancaman ranah digital. Ia menekankan tantangan jarak yang dihadapi keluarga Pekerja Migran sehingga informasi akurat, akses layanan mudah, dan respons cepat terhadap masalah menjadi prioritas.

"Kita ingin melindungi pekerja migran kita dari berbagai macam penipuan, khususnya yang terjadi di ranah digital atau online. Kalau menghitung dari bulan Januari hingga Desember, kami sudah menindaklanjuti lebih dari 300 laporan terkait penipuan yang berkaitan dengan PMI, dan paling banyak adalah lowongan kerja yang dibuka secara fiktif dan ilegal," jelas Meutya.

Kerja sama ini diharapkan mendorong penguatan pengawasan digital dan literasi informasi, memastikan Pekerja Migran terlindungi dari eksploitasi dan siap bersaing secara global. Dengan langkah ini, negara semakin hadir untuk jutaan Pekerja Migran yang menjadi pilar keluarga dan pembangunan nasional.

"Ke depan, dengan penandatanganan nota kesepahaman hari ini, kita berharap bisa memperkuat kanal-kanal pelaporan, kanal-kanal pengaduan, baik dari PMI maupun juga dengan KemenP2MI, agar bisa kita lakukan dengan lebih cepat dan lebih masif lagi untuk melakukan takedown terhadap konten yang menipu dan menyesatkan para pekerja migran," lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Pengatur Badan Usaha Milik Negara Tedi Bharata menyatakan PMI merupakan aset bangsa yang harus dilindungi agar dapat bekerja dengan aman dan kembali ke tanah air dengan selamat.

"Kami dukung program ini, semoga ilmu yang didapat di luar negeri dapat ditularkan saat mereka kembali ke Indonesia," tuturnya.

MoU dan PKS dengan 14 mitra strategis ini diharapkan menjadi tonggak sinergi lintas sektor untuk mewujudkan pelindungan PMI yang lebih baik, sejalan dengan visi negara hadir bagi warganya di mana pun berada.

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.