Kabargolkar.com - Partai Golkar tampaknya terus mendapatkan kekuatan dari barisan anak-anak
muda dan sayap partai dari partai berlambang pohon beringin tersebut. Kali ini tambahan kekuatan untuk memenangkan Pemilu 2024 datang dari konsolidasi Barisan Muda Kosgoro (BMK) 1957 se-Provinsi Bali.
Pasalnya kepengurusan Barisan Muda Kosgoro (BMK) 1957 se-Provinsi Bali akhirnya secara resmi dilantik Ketua DPD BMK 1957 Provinsi Bali, Yonathan Andre Baskoro di Wantilan DPD Golkar Bali, Sabtu (27/5/2023). Selain acara pelantikan, pada kesempatan itu juga dilaksanakan pendidikan politik, Rakerda BMK 1957 se-Provinsi Bali dan Pameran UMKM Produk Lokal Bali dengan tema “Berkarya Dalam Budaya”.
Ketua DPD BMK 1957 Provinsi Bali, Yonathan Andre Baskoro dalam sambutannya mengatakan dengan mengusung semangat pengabdian, solidaritas, dan kerakyatan, kepengurusan BMK 1957 se-Bali dihuni anak-anak muda milenial yang enerjik dan loyal. “Kehadiran Ketum Dave merupakan kehormatan bagi kami, semangat bagi kami, ini sebuah legitimasi bagi BMK 1957 Provinsi Bali,” kata Yonathan.
Ia mengakui, Bali jadi provinsi pertama yang dilantik sehingga hal ini memantik semangat anggota BMK se-Bali untuk berkomitmen berkarya dan menciptakan sesuatu yang indah, bermanfaat, kreatif dan inovatif tanpa harus menghilangkan kearifan lokal, konten lokal adat, istiadat, agama dan budaya Bali yang adiluhung serta dijaga dan dipertahankan turun temurun.
“Kita harus jaga marwah Bali, jangan coba-coba ganggu kami, jangan coba-coba usik budaya kami, budaya kami budaya yang menghormati satu sama lain, BMK 1957 Provinsi Bali berkomitmen bersatu padu dengan tetap cinta budaya Bali,” ajak Yonathan.
Ia menuturkan, perjalanan pelantikan BMK 1957 se-Bali diwarnai dinamika, namun dapat dilewati dengan baik karena kedewasaan kader dalam berorganisasi. Komposisi kepengurusan BMK 1957 se-Bali yang dihuni hampir 90 persen generasi milenial tidak berafiliasi dengan partai politik.
“Orangnya bukan itu-itu saja sudah dipenuhi. Saya optimis Golkar tidak melihat apa warnamu apa agamamu apa kepercayaanmu karena ketika kita sudah masuk ke BMK itulah soliditas kita pengabdian kita,” tegas Yonathan.
Sebagai organisasi kepemudaan yang dilahirkan Kosgoro 1957, BMK punya fungsi dan kedudukan sebagai ormas yang telah berbadan hukum. Ketua Umum BMK 1957, Kemas Ilham Akbar, mengatakan BMK punya garis politik yang tunduk dan patuh kepada induk organisasi sehingga harus tegak lurus dengan kebijakan Kosgoro dan Partai Golkar sehingga BMK harus siap mendukung agenda-agenda politik Golkar dan Kosgoro.
“BMK 1957 menjadi fungsi sebagai sumber kader untuk keberlangsungan kader Kosgoro maupun Partai Golkar. BMK 1957 juga menjadi laboratorium kepemudaan yang mencetak talenta-talenta yang siap ditugaskan partai dan organisasi di berbagai posisi,” jelas Kemas Ilham.
Sementara, Ketua Umum PPK Kosgoro 1957, Dave A.F. Laksono, menegaskan agar BMK 1957 Provinsi Bali intens melakukan konsolidasi, bila perlu melakukan safari ke seluruh Bali.
“Karena BMK 1957 bisa membuat simpul-simpul baru untuk mencetak kader-kader Kosgoro,” sebut Dave sembari meminta kader BMK 1957 Provinsi Bali tetap solid