KabarGolkar - Ketua Umum Depinas SOKSI Mukhamad Misbakhun secara resmi membuka Musyawarah Besar (Mubes) V Baladhika Karya di Hotel Santika Premiere Slipi, Jakarta Barat, Rabu (23/9/26).
Dalam forum tertinggi organisasi konsentrasi kepemudaan SOKSI tersebut, Misbakhun menegaskan komitmen seluruh kader untuk tetap solid, padu, serta tegak lurus satu komando mengawal kepemimpinan Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia.
Momentum ini menjadi tonggak penting keberhasilan rekonsiliasi total setelah polemik dualisme kepengurusan SOKSI selama 15 tahun resmi berakhir lewat ketetapan pleno partai dan pengakuan Kementerian Hukum dan HAM.
"Kita para kader SOKSI harus ingat satu hal: kita tegak lurus kepada Ketua Umum Partai Golkar. Di era Pak Bahlil inilah kita mengakhiri 15 tahun upaya dualisme SOKSI. Berdasarkan ketetapan pleno partai dan pengakuan resmi Kementerian Hukum dan HAM, SOKSI kini hanya ada satu dan tidak ada lagi perpecahan," tegas Misbakhun di hadapan ratusan kader.
Selain menekankan aspek soliditas, Misbakhun memberikan tiga instruksi utama kepada jajaran kepemimpinan baru Baladhika Karya, yaitu ekspansi keanggotaan hingga ke tingkat akar rumput, revitalisasi kaderisasi regenerasi pemuda, serta pembentukan program kerja kreatif yang dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Peran ormas dinilai sangat strategis dalam merangkul partisipasi publik yang memiliki keterbatasan formal untuk bergabung langsung dengan partai politik.
"ASN, pegawai BUMN, serta TNI/Polri secara aturan tidak boleh menjadi anggota partai politik. Namun, masyarakat sipil dan birokrat tidak dilarang untuk berorganisasi di ormas. Di sinilah peran strategis Baladhika Karya, WSI, maupun Fokusmaker untuk merebut dan menyalurkan aspirasi serta hak-hak politik mereka ke jalur kekaryaan yang tepat," paparnya.
Sinergi konsolidasi ini diharapkan mampu memperluas basis keanggotaan dan memperkuat ekosistem perjuangan SOKSI di seluruh daerah.
Acara yang dihadiri jajaran petinggi Depinas SOKSI, pimpinan DPP Partai Golkar, serta perwakilan pengurus Baladhika Karya se-Indonesia tersebut diharapkan melahirkan kepemimpinan baru yang progresif bagi kemajuan organisasi.