KabarGolkar.com - Komitmen dan konsistensi Nahdatul Ulama (NU) terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), mendapat apresiasi dari kalangan legislator Golkar. Pasalnya, kaum nahdiyin lah yang kini setia berada di garda terdepan dalam menangkal radikalisme yang mengancam persatuan.
Hal itu diungkapkan oleh Anggota DPR dari Fraksi Golkar Mukhamad Misbakhun saat dirinya didaulat memberikan ceramah di depan ribuan peserta Ngaji Kebangsaan, bersama jemaah salawat Ahbabul Musthofa di Pondok Pesantren (Ponpes) Darut Tauhid Krejengan, Probolinggo, Sabtu (5/5).
“Komitmen NU ini menjadi modal besar bagi negara ini dalam merawat keberagaman yang sudah hidup selama ratusan tahun dengan damai di negeri ini," kata Misbakhun.
Misbakhun menambahkan, ada upaya kelompok radikal yang menggunakan kekerasan untuk meniadakan Indonesia. Namun, katanya, NU bisa menjadi pihak yang terdepan menentang radikalisme.
“Bayangkan, Indonesia mau dibubarkan. Yang berada di garda paling depan untuk menetangnya adalah warga NU. Jadi yang mau bubarin Indonesia maka berhadapan dengan Nahdliyin,” tegasnya.
Anggota Komisi XI DPR itu menambahkan, komitmen dan konsistensi NU dalam merawat NKRI dan menangkal radikalisme tak bisa dilepaskan dari gaya ataupun strategi dakwah Wali Songo. Karena itu Misbakhun menghimbau nahdiyin terus meneladani dakwah dan strategi peradaban Wali Songo dalam mensyiarkan Islam.
"Di era saat ini perlu menjadikan spirit gerakan dan dakwah Wali Songo dilestarikan untuk menjaga NKRI. Sekali lagi, bagi nahdliyin NKRI adalah harga mati!" tegas politikus kelahiran Pasuruan itu.
Misbakhun dalam kesempatan itu juga meresmikan Masjid Jami' Hasan Saifour Ridzal di kompleks Ponpes Darut Tauhid Krejengan. Acara itu juga dihadiri Gus Dewa selaku pengasuh pondok pesantren dan Habib Idrus al Habsyi. [Sumber]
Â
Â