“Pemerintah membuat program padat karya dan memberikan pinjaman ke pemerintah daerah, insentif perumahan, cadangan DAK dan cadangan perluasan dengan anggaran mencapai Rp 106,11 triliun” tuturnya.
Pemerintah juga dikatakannya bekerja keras untuk menyelamatkan sektor UMKM, antara lain dengan memberikan insentif pajak.
“Pajaknya dibayar oleh pemerintah, diberi subsidi bunga, pinjaman untuk modal, penempatan dana untuk restrukturisasi dan kebijakan lain. Total anggarn untuk UMKM sebesar 123,46 triliun,” kata Airlangga lagi.
Selain itu, pemerintah menyusun program padat karya dan memberikan pinjaman ke pemerintah daerah, insentif perumahan, cadangan DAK dan cadangan perluasan dengan anggaran mencapai Rp 106,11 triliun, tuturnya.
Pemerintah juga memberikan insentif usaha mencapai Rp 120,61 triliun yang diakumulasikan dari insentif untuk PPh 21 DTP sebesar Rp 39,66 triliun, pembebasan PPh 22 Impor sebesar Rp 12,75 triliun, pengurangan angsuran PPh 25 Rp 14,4 triliun, pengembalian pendahuluan PPN Rp 5,8 triliun, penurunan tarif PPh Badan Rp 20 triliun dan stimulus lainnya sebesar Rp 26 triliun.
“Kita pun menyaipakan anggaran untuk pembiayaan korporasi sebesar Rp 53,57 triliun,” katanya lagi.
Ditambah dengan anggaran perlindungan sosial yang mencapai Rp 203,9 triliun, total biaya penangan covid-19 yang disiapkan pemerintah menjadi sebesar Rp 695,2 triliun.
Di sisi lain, Airlangga mengatakan, keberhasilan bangsa Indonesia selamat dari dampak Covid-19 tak hanya tergantung pada kebijakan pemerintah.
Peran serta dari segenap rakyat Indonesia untuk mewujudkan tatanan hidup baru sangat dibutuhkan dan menentukan masa depan bangsa.
“Untuk mewujudkan semua ini butuh kedisiplinan masyarakat. Oleh karena itu kita libatkan aparat keamanan untuk mendorong pendisiplinan dengan harpan segera terbentuk budaya baru, normal baru,” demikian Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.