Kabar Golkar

Membuka Munas JMSI, Menko Airlangga Hartarto Optimistis Perekonomian Nasional Kembali Tumbuh

Oleh · · Kabar Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Setelah membuka Munas I JMSI, Airlangga Hartarto menyampaikan pemaparan berjudul “Cetak Biru Perekonomian Nasional dalam Kerangka New Normal”.

Ia antara lain mengatakan, pasca-Covid 19 banyak hal yang harus dilakukan untuk mendongkrak kembali pertumbuhan ekonomi nasional.

Covid-19 Indonesia, diakuinya, membuat Indonesia mengalami penurunan ekonomi yang terbilang tinggi selama tiga bulan terakhir. Penurunan kinerja itu terjadi di berbagai sektor, dari sektor retail, penjualan kendaraan bermotor, industri manufaktur, dan pertanian, mengalami penurunan. Akibatnya terjadi kenaikan inflasi dan penurunan indeks consumer confidence.

Situasi ini juga ikut menambah jumlah pengangguran baru sebanyak 3 juta orang. Sekitar 1, 7 juta di antaranya telah terverifikasi. Jumlah ini tidak termasuk sekitar 7 juta orang yang memang berkategori pengangguran sebelum pandemi Covid-19.

Situasi yang menantang inilah yang mendorong pemerintah bekerja keras untuk menciptakan sistem mitigasi demi penyelamatan ekonomi.

Menko Perekonomian Airlangga optimistis, perekonomian Indonesia akan segera menemukan titik balik.

“Setelah tiga bulan semua indikator ekonomi turun drastis, mulai bulan ini ada tendensi naik,“ kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Airlangga menambahkan, pihaknya akan terus mengeluarkan berbagai paket kebijakan baru yang intinya untuk mengembalikan track pertumbuhan ekonomi nasional.

Di antaranya adalah Program Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Program Exit Strategy berupa pembukaan ekonomi secara bertahap menuju tatanan baru hingga Rieset dan Transformasi Ekonomi untuk mendorong akselerasi pemulihan ekonomi.

“Pemerintah membuat program padat karya dan memberikan pinjaman ke pemerintah daerah, insentif perumahan, cadangan DAK dan cadangan perluasan dengan anggaran mencapai Rp 106,11 triliun” tuturnya.

Pemerintah juga dikatakannya bekerja keras untuk menyelamatkan sektor UMKM, antara lain dengan memberikan insentif pajak.

“Pajaknya dibayar oleh pemerintah, diberi  subsidi bunga, pinjaman untuk modal, penempatan dana untuk restrukturisasi dan kebijakan lain. Total anggarn untuk UMKM sebesar 123,46 triliun,” kata Airlangga lagi.