kabargolkar.com - Airlangga
Hartarto terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Setya Novanto. Keputusan itu diambil secara aklamasi dalam rapat pleno dan kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan melalui mekanisme Munaslub Partai Golkar yang berlangsung pada Desember 2017 silam.
Banyak prestasi gemilang yang diukir oleh Airlangga Hartarto dan publik belum banyak mengetahuinya. Tak hanya memiliki karier yang terbilang sukses dalam kancah perpolitikan di Indonesia, dalam dunia bisnis pun ia juga termasuk dalam kategori pengusaha sukses.
Saat menempuh pendidikan tinggi, Airlangga juga menjadi sosok yang unggul dalam hal prestasi akademik maupun kehidupannya di organisasi kemahasiswaan. Tercatat, sejumlah jabatan di tingkat organisasi mahasiswa pernah dipegangnya. Sejumlah penghargaan bergengsi juga pernah disematkan kepada Airlangga Hartarto. Penghargaan itu datang dari luar maupun dalam negeri dan dari lembaga yang kredibel menilai prestasi seseorang.
Berikut kami kumpulkan 5 hal menarik tentang seluk beluk Airlangga Hartarto.
Â
1. Satu-satunya Ketum Partai Jabat Menteri
Airlangga Hartarto merupakan politikus kawakan Partai Golkar, dirinya tercatat memiliki karier yang cemerlang di Partai Golkar. Pria kelahiran Surabaya 1 Oktober 1962 itu pun ditunjuk menjadi Menteri Perindustrian RI menggantikan Saleh Husin pada reshuffle Kabinet Kerja Jokowi-JK.
Jabatan itu mulai dipegang sejak 27 Juli 2016. Penunjukan ini lantaran Airlangga dinilai memiliki pengalaman cukup panjang sebagai anggota DPR RI di komisi VI yang merupakan mitra kerja Kementerian Perindustrian RI. Walaupun latar belakang pendidikannya adalah dunia tekhnologi, namun sebagai profesional yang jenius, Airlangga mampu mengkombinasikan latar belakang pendidikannya dengan posisi dirinya sekarang sebagai Menteri Perindustrian RI.
Bahkan, Sekretaris Kabinet, Pramono Anung memuji pengalaman dan kemampuan Airlangga Hartarto sewaktu berada di Komisi VI DPR RI.
"Lama menjadi anggota DPR dan berada pada komisi yang sama, yaitu Komisi Industri. Sehingga presiden meyakini penugasan kepada Airlangga bisa dilakukan dengan baik dan ditugaskan untuk membuat roadmap industri ke depan yang harus diselesaikan," kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung.

Kini ketika menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Setya Novanto, posisi Airlangga pada jabatannya sebagai Menteri Perindustrian RI tetap tidak tergantikan. Bahkan demi memuluskan hal tersebut, Presiden Jokowi memberi dispensasi khusus pada Airlangga Hartarto untuk menjabat Ketum Partai sekaligus tetap duduk sebagai menteri di Kabinet Kerja yang dipimpinnya. Bagi Jokowi, profesionalitas dan prestasi Airlangga Hartarto memimpin Kementerian Perindustrian RI sulit tergantikan.
2. Perjalanan Karier Politik di Golkar
Airlangga juga pernah memegang jabatan dalam struktur Partai Golkar. Dia diamanahi untuk menjadi Wakil Bendahara Partai Golkar periode 2004-2009, saat Aburizal Bakrie menjadi Ketua Umum Partai Golkar.
Dalam kepengurusan periode 2009-2015, dia pun tercatat sebagai Ketua DPP Partai Golkar. Ia terpilih kembali untuk 3 periode berturut-turut menjadi anggota DPR periode 2009-2014, Dapil Jawa Barat V dan menjabat sebagai Ketua Komisi VI yang membidangi perindustrian, perdagangan, UKMK, Investasi, BUMN