Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Menko Airlangga Yakin Selain China dan India, Indonesia Bakal Keluar Duluan dari Krisis
  Bambang Soetiono   19 September 2020
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Ashar/ceknricek.com)
yang isolasi mandiri mendapatkan tempat isolasi yang layak dan memenuhi protokol covid-19.

Soal operasi Yustisi apakah pemerintah pusat akan mendorong pemerintah daerah supaya membuat perda terkait sanksinya?

Kalau operasi yustisi basisnya khan harus hukum. Salah satu yang bisa mempidanakan adalah perda. Nah, sekarang yang sudah punya perda baru dua propinsi yaitu Sumatera Barat dan Nusa Tenggara Barat. Ini tentu kita dorong daerah lain untuk tetapkan perda-perda. Sekarang belum semuanya melakukan. Pemerintah pusat sudah menginformasikan ke pemda melalui menteri dalam negeri.

Pemerintah merilis 4 jurus mendongkrak daya saing investasi. Salah satunya menyelesaikan RUU Cipta Kerja. Padahal RUU ini banyak ditentang...

Saya rasa ini sudah dibahas DPR. Berbagai monitoring pembahasan juga sudah lebih dari 90%. Sebagian besar fraksi juga sudah ada kesepakatan. Sehingga saya optimis karena 80% dari serikat pekerja sudah menyepakati.

Terhadap serikat pekerja yang menolak?

Ya kalau anak saja di rumah belum tentu semuanya setuju. Mau pergi ke bioskop saja ada yang nggak mau ikut. Jadi biasa-biasa saja dalam situasi demokratis. Tidak semua harus sama. Mekanismenya sesuai dengan mekanisme yang ada di DPR.

Ada 143 perusahaan dari 5 negara yang siap relokasi investasi ke Indonesia. Sementara Indonesia dikenal dijauhi investor karena izin yang lama dan berbelit-belit...

Ya balik lagi ke omnibus law (RUU Cipta Kerja). Undang-undang cipta kerja khan menyelesaikan seluruh obesitas regulasi. Sehingga dengan penyederhanaan transformasi diharapkan bisa lebih menarik pada iklim investasi.

Selain itu, dalam pandemic covid ini ada tiga negara yang akan keluar duluan. Yaitu Indonesia, India dan China. Sampai hari ini yang kelihatan sudah keluar adalah China. Sedangkan kita dibanding berbagai negara jumlah yang fatality rate-nya relatif 5%. Kemudian penurunan ekonominya juga tidak terlalu dalam dibanding negara lain.

Jadi dibanding India misalnya kita minus 5 dia minus 7. Kwartal ketiga kita memprediksi ada trend ke atas. Kemudian di akhir tahun kita berharap pertumbuhannya minus 1 sampai minus 2. Kalau ini trendnya terjadi, maka prediksi berbagai negara itu benar bahwa Indonesia akan keluar "lebih cepat". Karena kita penurunannya tidak sedalam yang lain. Kemudian di tahun depan pertumbuhan kita antara 4,5% sampai 5%.

Bicara resesi, ada 215 negara resesi. Jadi tidak ada yang bebas dari resesi. Yang paling penting trendnya. Apakah kita sudah mencapai bottom atau belum. Nah kalau kita lihat di kwartal ke-3 itu merupakan bottom, ya kita harapkan nanti naik. Seluruh dunia resesi, jadi isunya bukan di situ. Isunya siapa yang bisa recovery duluan. Serta siapa yang bisa mendorong perekonomiannya untuk kembali membaik.

Pemerintah pusat akan pasok 30 juta vaksin Covid-19. Dari mana saja pasokan itu berasal?

Ada beberapa kerjasama antar negara. Misal dari sinovac kita dapat 10-30 juta. Kemudian tahun depan kita perkirakan diatas 25 juta melalui sinovac dan beberapa perusahaan lain. Itu yang kita kerjasama dengan biofarma, kimia farma dll.

Bagaimana dengan vaksin merah putih yang sedang kita riset?

Kebutuhan vaksin itu khan tidak berhenti. Sama seperti vaksin polio dan vaksin-vaksin lain. Setiap vaksin ada jadwalnya. Tidak datang sekaligus. Bertahap. Kebutuhan kita besar. Kalau dengan 2/3 penduduk atau 180 juta kalau dua kali vaksin kita butuh 360 juta. Jadi masih banyak kebutuhan termasuk untuk vaksin merah putih.

Ada sekitar 67 rumah sakit yang akan siap tampung pasien covid. Apakah dipastikan

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.