Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Bamsoet: Cerita Perjuangan Menjadi Caleg, Sempat 4 Kali Gagal
  Kabar Golkar   06 Juli 2018
untuk bisa masuk ke Senayan juga tidak mudah. Terhitung, Bamsoet -sapaannya- empat kali gagal terpilih. "Namun, itu jadi pemicu semangat saya untuk maju lagi," ucap Bamsoet. Kali pertama maju sebagai caleg di era Orba pada Pemilu 1992, Bamsoet hanya duduk di nomor urut 18. Dengan sistem nomor urut, bisa ditebak Bamsoet hanya bisa gigit jari. Pada Pemilu 1997, Bamsoet dapat nomor urut 8, nasib serupa dialami. "Maju ketiga kalinya (Pemilu 1999, Red), dapat nomor urut 4, juga masih gagal," kenang pria kelahiran Jakarta, 10 September 1962, tersebut. Pada Pemilu 2004, Bamsoet mendapat kesempatan emas. Sebab, dia mendapat nomor urut 2 di dapil Jateng VII (Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen). Namun, dewi fortuna tidak berpihak kepadanya. "Saya sempat kecewa. Uang simpanan dari bisnis juga habis terkuras," kata Bamsoet tanpa memerinci jumlah yang dihabiskan. Bamsoet kembali mencoba peruntungan sebagai caleg pada Pemilu 2009. "Karena pemilihan dengan suara terbanyak, saya masih harus bekerja keras. Alhamdulillah, dapat suara terbanyak," terang Bamsoet. Pada Pemilu 2014, dia terpilih untuk kali kedua. Di pihak lain, Nizar Zahro juga melalui perjuangan yang cukup panjang untuk menjadi anggota DPR. Awalnya, dia hanya seorang kepala desa. Dia menjabat kepala Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, mulai 2001 hingga 2008. Saat itu dia juga dipercaya sebagai sekretaris asosiasi kepala desa seluruh Bangkalan. Dengan posisi itu, dia pun kenal banyak kepala desa. Mereka juga berjuang bersama-sama menyuarakan aspirasi masyarakat desa. Dia dan pejabat desa lainnya aktif mendorong otonomi desa. Banyak aspirasi mereka yang diakomodasi oleh pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat. Pada 2009, dia ingin berkiprah lebih luas. Karena itu, dia bergabung dengan Partai Bintang Reformasi (PBR). Dia mendaftar sebagai calon anggota legislatif DPRD Provinsi Jawa Timur melalui PBR. Nizar menggunakan jaringan kepala desa yang sudah lama dia kenal. Dia sudah punya hubungan yang sangat erat dengan para perangkat desa. Pada 2014, dia memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai caleg DPR dari Partai Gerindra. Dia pindah ke Gerindra karena PBR tidak lolos sebagi partai peserta Pemilu 2014. [Sumber]  
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.