Kabargolkar.com - Profesor bidang psikologi politik, Hamdi Muluk mengatakan bahwa sebagai sebuah partai besar, Partai Golkar harus merumuskan budaya organisasi. Nantinya, budaya organisasi ini harus ditaati seluruh anggota Partai Golkar.
Hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber pada program Executive Education Program For Young Political Leaders (program pendidikan bagi para pemimpin muda) angkatan ke-2, Jumat (9/7/2021) yang dilakukan secara daring.
Hamdi mengatakan bahwa budaya organisasi adalah serangkaian nilai-nilai utama, asumsi-asumsi, dan norma-norma yang dianut oleh anggota suatu organisasi dan diajarkan pada anggota baru organisasi sebagai sesuatu kebenaran.
“Budaya seperti oksigen kita bernafas. Kita masuk ke tempat itu, menghirup udaranya, dan merasakan”, terang Hamdi.
“Budaya organisasi sekali dibuat harus mengikat. Harus disosialisasikan, diajarkan, diimplementasikan, agar menjadi budaya dan tradisi sertas eperangkat keyakinan serta acuan berperilaku. Jangan sampai hanya di atas kertas dan di lapangan tidak berjalan”, ujarnya.
“Kalau bisa itu, saya kira itu challenge ke depan lah. Saya menaruh harapan. Karena ini kan partai (Golkar) yang paling tua”, sambung Hamdi.
Dengan demikian, jika kelak nanti Partai Golkar sudah memiliki suatu budaya organisasi, maka itu harus dilaksanakan kadernya, ditaati seluruh kader.
Lebih lanjut, Hamdi menyebut jika budaya yang buruk dalam sebuah organisasi kepartaian dibiarkan, maka akan menghambat laju organisasi (partai).
“Kultur yang buruk adalah yang menghambat pembelajaran di organisasi. Tidak mendukung kinerja yang baik, inovasi, organisasinya tidak akan strong”, tegas Hamdi.