Sementara itu, insentif pajak yang diberikan untuk mendorong konsumsi kelas menengah yakni pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) pada kendaraan bermotor DTP akan diperpanjang dalam periode Maret-Agustus 2021 dari semula Maret-Mei 2021. Adapun insentif yang diberikan pemerintah ialah PPnBM DTP 100% pada mobil berkapasitas hingga 1.500 cc.
Sementara itu, Ekonom Lembaga Penelitian Ekonomi Manajemen (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Teuku Riefky menilai penambahan anggaran PEN 2021 oleh pemerintah sebagai langkah yang tepat. Seiring dengan adanya PPKM Darurat dan perpanjangan PPKM Mikro di luar Jawa - Bali.
Riefky menyebut sebelum diterapkan PPKM Darurat, program PEN mampu meredam dampak dari penurunan ekonomi akibat pandemi.
"Kalau kita lihat dalam setahun ini, program PEN mampu mengurangi dampak kepada masyarakat maupun dunia usaha. Jadi, penambahan anggaran ini sudah tepat dilakukan untuk menunjang penerapan PPKM Darurat dan di luar Jawa - Bali," ujarnya.
"Artinya, untuk tumbuh positif dengan angka yang tinggi pada kuartal II/2021 ini mudah dicapai. Ditambah, roda perekonomian kita sudah kembali bergerak hampir seperti sebelum pandemi dan pemberlakuan PPKM Darurat sendiri baru diterapkan di penghujung kuartal II/2021 atau di awal Kuartal III, jadi saya cukup optimis," ungkap Riefky.Ia pun menilai perkiraan pemerintah atas perekonomian nasional yang bisa tumbuh positif di kuartal II/2021 realistis untuk tercapai. Pasalnya, base effect pada pertumbuhan ekonomi kuartal II/2020 dirasa cukup mendalam.
Menurutnya, serangkaian kebijakan dalam satu pekan terakhir merupakan bentuk upaya pemerintah mendorong pemulihan ekonomi dalam jangka panjang. Dengan kebijakan tersebut, ia meyakini kinerja korporasi hingga akhir tahun akan membaik secara menyeluruh.
"Hanya, dengan catatan, PPKM Darurat yang dilakukan pemerintah ini harus berhasil dalam menahan kasus harian sehingga tidak ada lagi pembatasan ketat. Untuk itu, dalam dua hingga tiga minggu ke depan, perkembangan pandemi, upaya pemerintah, dan juga kondisi masyarakat akan sangat menentukan kondisi ke depan," pungkasnya. [detik]