KabarGolkar.com - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto membahas sejumlah agenda strategsis saat bertemu pada Senin (16/7) kemarin. Airlangga mengaku mengusulkan agenda penataan sistem dan kelembagaan politik nasional agar sesuai dengan Pancasila sebagai jiwa dan kepribadian bangsa.
"Di kalangan Golkar masih banyak politisi senior. Kami usulkan untuk membentuk tim kerja untuk melakukan kajian bersama terhadap proses amandemen dan kemudian memperjuangkan bagaimana MPR memiliki kewenangan di dalam menetapkan Garis Besar Haluan Negara" kata Airlangga saat dikonfirmasi, Selasa (17/7).
Usulan tersebut disambut baik oleh Megawati. Megawati menceritakan cerita Proklamator RI Soekarno mengumpulkan lebih dari 600 doktor dan merancang Pola Pembangunan Semesta Berencana pada tahun 1960-an.
"Pola Pembangunan Semesta tersebut harus dipelajari kembali dan ditangkap ruhnya sebagai haluan negara yang menjabarkan Pancasila agar Indonesia berdaulat, berdikari, dan berkebudayaan," ujar Megawati.
Selain soal agenda penataan kelembagaan politik, Airlangga mengatakan pertemuan itu juga membahas kerjasama Golkar dan PDIP dalam membantu memenangkan Joko Widodo di Pilpres 2019. Serta memastikan efektivitas pemerintahan Jokowi 5 tahun mendatang.
"Golkar dan PDI Perjuangan memiliki akar sejarah panjang. Gabungan kekuatan keduanya, tidak hanya kuat di DPR, namun mampu memastikan efektivitas dan stabilitas pemerintahan ke depan. Terlebih kerjasama Golkar dan PDI Perjuangan tersebut dilakukan sebelum pilpres, dan hal ini akan memperkuat jalan kemenangan Pak Jokowi," ungkapnya.
Sementara itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menuturkan, kedua pimpinan partai juga sepakat urusan cawapres akan dibahas bersama dengan Jokowi. Namun, PDIP memahami sikap Golkar yang mendorong Airlangga menjadi cawapres.
Hasto menilai Airlangga memiliki pengalaman yang luas, dan kepemimpinannya telah teruji sejak zaman mahasiswa. Kepemimpinan Airlangga, menurutnya, juga merangkul dan membangun dialog.
"Yang pasti, pertemuan tersebut sangat kondusif dan banyak hal-hal fundamental yang dibahas terkait dengan kerjasama kedua partai saat ini dan kedepan," tandas Hasto. [Sumber]