sumber foto: RMOL[/caption]
Â
* Khalid Zabidi, Pengurus DPP Partai Golkar.
KABARGOLKAR - Sudah seminggu kabar Ketum Golkar Airlangga Hartarto akan berjumpa dengan Ketum PDIP Megawati Sukarnoputri bahkan beberapa pihak mensinyalir Airlanggga Hartarto sudah bertemu dengan Megawati dalam pertemuan biasa namun memang hingga kini belum ada rilis resmi pertemuan antar kedua pemimpin Partai politik utama koalisi pemerintahan Jokowi JK tersebut.
Pertemuan ini menjadi penting dan strategis yang dinantikan semua kalangan, setidaknya ada 3 sebab: pertama, PDIP dan Partai Golkar adalah 2 parpol dengan peraihan suara terbesar, PDIP terbesar dengan raihan suara 18,95% dan Partai Golkar terbesar kedua dengan raihan suara 14,75% hasil pemilu 2014 lalu, kedua, PDIP dan Golkar telah bersama mendukung pencalonan Jokowi untuk menjadi Capres kedua kali pada pilpres 2019 nanti, ketiga, merujuk kepada UU Pemilu bahwa pengusungan Capres dan cawapres dalam pilpres ditentukan oleh koalisi partai politik untuk memenuhi kecukupan syarat suara sebesar 20%.
Pertemuan kedua Ketua Umum Parpol ini ditunggu-tunggu semua kalangan khususnya keputusan dan kesepakatan penentuan pendamping Jokowi kelak sehingga dapat menjawab silang sengkarut persaingan tokoh-tokoh Partai Politik yang dengan berbagai cara berebut simpati publik untuk menjadi cawapres Jokowi.
Posisi cawapres Jokowi ini menjadi sangat strategis buat semua tokoh politik apabila sejarah mencatat pada pilpres 2019 Jokowi dapat meneruskan pemerintahannya 2 periode maka wapres yang mendampingi Jokowi akan menjadi tokoh kuat capres dalam kontestasi pilpres 2024 mendatang.
Semoga Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri dengan kewenangan yang diberikan oleh UU Pemilu dalam penentuan Capres dan cawapres segera bertemu dan dapat memutuskan misteri pendamping Jokowi sebagai cawapres sehingga dapat segera melakukan kerja kerja bersama pemenangan pilpres 2019. *