Kabargolkar.com - Kritik dalam negara demokrasi merupakan hal wajar dan sangat perlu. Namun kritik terhadap siapapun, termasuk pemerintah, jangan sampai menyimpang dari koridor hukum dan tidak berdasarkan rasa kebencian.
Hal ini disampaikan oleh Indro Warkop yang menjadi narasumber dalam diskusi bersama Wakil Ketua Umum Golkar, Nurul Arifin dalam channel Youtub GI Talk.
Cukup panjang obrolan antara Indro Warkop DKI dengan Nurul Arifin yang keduanya pernah menjadi lawan main bersama anggota Warkop lain di beberapa film.
Nurul sebagai host di channel Youtube tersebut mengawali pembicaraan dengan pertanyaan perihal awal mula Indro bergabung dengan Warkop DKI sambil ia mengenang sosok personel Warkop lain.
“Nah ini nih legend, Dono, Kasino dan yang paling muda Indro,” ungkap Nurul.
Anggota Komisi I DPR RI itu lantas menggali sudut pandang Indro melihat demokrasi di Indonesia. Ia bertanya bagaimana pandangan Indro sebagai seorang maestro komedi Indonesia terhadap demokrasi dan perkembangan media sosial zaman sekarang.
“kalau Mas In sekarang melihat keadaan demokrasi di Indonesia bagaiamana? Kalau dulu kan, kayaknya represif mungkin yah,” tanya Nurul.
Indro pun menjawab bahwa demokrasi Indonesia sekarang sudah sangat bebas di banding masa lalu, dibandingkan masa saat dirinya beserta Dono dan Kasino aktif sebagai aktor dan pelaku seni.
"Menurut aku kalau sekarang jauh lebih bebas yah bahkan kadang-kadang gak ada koridor, kalau dulu kan sama sekali gak ada," jelas Indro.
Nurul Arifin kembali bertanya perihal perkembangan media sosial yang sangat massif sehingga memunculkan seringkali perseteruan di tengah masyarakat dan saling lapor, Indro menjawab bahwa kadang kala tokoh yang membuat kontroversi itu bicara atas nama demokrasi namun sebenarnya tidak.
“Aku gak bisa nyalahin mereka yang memprovokasi masyarakat misalnya, karena mereka akan bilang ini cara kita mengisi demokrasi tapi kadang gak ada isinya omongan itu. Menjadi rame karena di blow-up dan jadi komoditi bukan sekedar ada demokrasi, perseteruan ini jadi komoditi dan laku dijual,” tegas Indro.
Perihal cara untuk mengantisipasi agar anak muda tidak terjebak pada dampak negatif media sosial yang massif, Indro mengatakan bahwa keluarga menjadi landasan utama pembentukan karakter anak agar tidak mudah terseret oleh pengaruh negatif.
"Terpenting kita harus punya prinsip, nah prinsip ini didapatkan di pendidikan keluarga. Basic pendidikan itu harus dari keluarga dan keluarga jangan sampai hilang," ujar Indro.
"Betul dan keluarga harus menjaga nilai-nilai keadaban dan kebudayaan yah, Mas," timpal Nurul,.