Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Menpora Amali: Prestasi Olahraga Harus Dicetak, Pabrik Prestasi Itu adalah DBON
  Nyoman Suardhika   24 November 2021
Credit Photo / Kemenpora

Kabargolkar.com - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali
menegaskan kembali bahwa Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi di tingkat dunia atau di Olimpiade dan Paralimpiade sebagai target utamanya.

“Prestasi-prestasi yang muncul sekarang itu kalau boleh saya katakan tidak by design. Padahal, untuk menuju satu prestasi terstruktur, kemudian berkelanjutan dan pembinaan usia dini harus ada desain. Saya sering ibaratkan prestasi itu tidak bisa ditemukan harus dibuat, harus dicetak, harus dipabrik. Pabrik prestasi itu adalah DBON ini,” kata Menpora Amali saat menjadi narasumber di RRI Manado, Selasa (23/11) siang.

Dalam kesempatan ini, Menpora Amali menjelaskan bahwa Perpres Nomor 86 tentang DBON ini tim koordinasinya dipimpin langsung oleh Wakil Presiden dan Wakil Ketuanya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). Sementara itu, Menpora sebagai Ketua Harian dan anggotanya terdiri kementerian terkait antara lain Mendagri, Menteri Keuangan, Kementerian PUPR dan lainnya. Selain itu, Pemerintah daerah juga memiliki tugas dan kewajiban dalam melakukan pembinaan olahraga di daerah. 

“Kenapa kita keliling ke daerah-daerah termasuk dalam rangka menyampaikan kepada pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota bahwa mereka punya kewajiban, punya tanggung jawab untuk membina olahraga dengan panduan Desain Besar Olahraga Nasional di bawah naungan Perpres Nomor 86 tahun 2021 ini,” ungkapnya.

Menpora Amali juga membeberkan, bahwa Perpres 86 tahun 2021 tentang DBON ini awalnya lahir atas arahan Presiden Joko Widodo pada Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-37 tahun 2020. Saat itu, Jokowi meminta kepada Menpora untuk melakukan review total terhadap ekosistem olahraha nasional.

“Beliau menyampaikan kita ini penduduknya 267 juta, tidak masuk di akal kalau sampai kita tidak bisa mendapatakan talenta dan bibit yang berbakat. Pasti banyak, bahkan beliau menyebut pasti jutaan yang berbakat. Kenapa sampai kita tdak menemukan itu berarti ada yang salah, mungkin manajemen yang belum baik sehingga beliau sampaikan review total,” jelasnya.

Aatas arahan tersebut, Menpora Amali kemudian berkomunikasi dengan stakeholder baik itu KONI, KOI. NOC, para akademisi professor, praktisi olahraga serta pelatih dan pemain. Setelah itu, dirinya bersama stakeholder olahraga tersebut kemudian melakukan pemetaan masalah olahraga mulai dari dari hulu sampai ke hilir.

“Ternyata banyak masalahnya, dari hulu mulai dari tingkat kebugaran masyarakat, masyarakat kita kurang bugar, ukuran paling sederhana dari tingkat kebugaran masyarakat,” katanya.

Disamping itu, tentang kesejahteraan para atlet. Menurutnya, banyak orang tua yang tidak merelakan anaknya menjadi atlet karena masa depannya tidak terjamin.

“Sebab banyak contoh setelah tidak berprestasi mereka terlantar. Kehidupannya tidak jelas, sehingga orang tua gak merelakan anaknya untuk menjadi atlet,” katanya.

Selain itu, dari sisi pendidikan dimana kurikulum para pelajar regular dan siswa yang seorang atlet sama. Sehingga hal ini membuat siswa yang juga seorang atlet tidak bisa fokus.

“Bisa dibayangkan hari ini dia bertanding besok dia ujian, pada saat dia bertanding pikirannya ke ujian, lalu dia kalah. Pasti rusak ujiannya

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.