"Kedepan kami harap adanya sentra produksi jagung baru sehingga dapat meningkatkan lapangan pekerjaan di masa yang sedang sulit seperti ini karena bisnis pakan ternak berbasis jagung memiliki angka pertumbuhan berkisar 6 sampai 8 persen per tahun," jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dewan Jagung Nasional, Maxdeyul Sola menuturkan keberhasilan Provinsi Gorontalo dan Kabupaten Dompu dalam pengembangan jagung dapat dijadikan contoh keberhasilan peningkatkan ekonomi daerah dengan menanam jagung.
Kata kunci keberhasilan mereka adalah manajemen gerakan, terbukti di setiap desa di Gorontalo yang memiliki produksi tertinggi diberikan insentif oleh Gubernur.
"Dan di Kabupaten Dompu mereka membentuk Satuan Pelaksana Gerakan Pengembangan Komoditas Unggulan (Satlak) yang memiliki tugas untuk memfasilitasi hubungan antara vendor benih dan saprodi, memfasilitasi hubungan antara bank dan petani dan mengidentifikasi calon petani calon lokasi (CPCL) peserta kegiatan bantuan pemerintah dari Kementerian Pertanian," katanya.