[caption id="attachment_11020" align="aligncenter" width="720"]
ilustrasi (youth manual)[/caption]
Oleh: Bambang Soesatyo*
kabargolkar.com - Erick Thohir, Sandiaga Uno, Muhamad Lutfi (mantan Menteri Perdagangan serta mantan Dubes Jepang) dan Wisnu Wardhana (mantan ketua Timses SBY pada pemilu 2014) adalah empat sahabat lama yang membangun Group Mahaka plus Rosan Roeslani (kini menjabat ketua Umum Kadin Indonesia).
“Rosan dan Keempatnya Juga sama seperti saya. Sama-sama tumbuh dan berkembang di organisasi pengusaha muda HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia).” jelas Ketua DPR RI Bamsoet.
Dalam perjalanannya, lanjut Bamsoet, selain menggeluti usaha atau bisnis masing-masing, Kami satu sama lain selalu berinteraksi dengan kekuasaan, partai politik dan politik praktis. Terutama dengan senior-senior kami yang lebih dahulu mapan di bisnis dan dunia politik seperti Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, Agung Laksono, Abdul Latief, Siswono Yudo Husodo, Pontjo Sutowo, Japto Soerjosoemarno, MS Hidayat, Airlangga Hartarto, Sutrisno Bachir (PAN) dan lain-lain termasuk Presiden Joko Widodo dulu adalah anggota Hipmi.
“Begitulah. Jadi, sejak lama kami semua yang aktif di HIPMI paham sekali bagaimana itu permainan politik dan bagaimana kita sebagai pengusaha biasa memainkannya untuk memperkuat jaringan dan kekuatan. Tapi, satu hal yang selalu menjadi pakem kami di dunia bisnis. Yaitu, menghindari konflik dan pantang benturan. Kami selalu menyelesaikan dengan lobi dan win win solution dalam setiap konflik dan masalah. Karena kami meyakini, tidak ada yang diuntungkan jika kita menonjolkan ego dan memakai cara keras-kerasan.”ujar Bamsoet.
Jadi, kata Bamsoet lagi, ketika Jokowi menunjuk Erick Thohir sebagai ujung tombak timses pemenangan Pilpres dan Walpres Jokowi-Ma’ruf Amin, saya lega.
“Sebagai ketua DPR RI saya berkepentingan kontestasi pilpres dan walpres 2019 nanti berlangsung aman dan damai. Saya yakin Erick dan Sandi akan mengutamakan politik santun serta menghindari benturan dan konflik sebagaimana pakem jati diri mereka sebagai pengusaha.” kata Bamsoet.
Bamsoet tidak heran, sesaat setelah dirinya ditunjuk oleh Jokowi, Erick langsung membuat pernyataan yang teduh ditengah panasnya hawa politik akibat #2019gantiPresiden, bahwa dia ingin memeluk Sandi. Sahabat lamanya yang dulu selalu berada di dekatnya itu, kini menjadi lawan politik yang tangguh dari tim capres dan cawapres yang dipimpinnya kini.
Bamsoet sendiri mengenal karakter Erick yang tekun, cermat dan konsisten dua puluhan tahunan yang lalu saat sama-sama mengambil alih sebuah stasiun Radio yang dulu bernama Radio Suara Irama Indah FM dan membangunnya menjadi bisnis yang bagus di tengah-tengah gelombang krisis moneter. Stasiun Radio tersebut kini bernama Rado One sebelum akhirnya berganti nama menjadi Jak 101 FM Radio yang hingga kini masih berjalan baik.
Momen terindah
Keinginan Erick Thohir untuk berpelukan dengan Sandiaga Salahudddin Uno akhirnya terkabul dalam waktu kurang dari 24 jam. Keduanya bertemu saat menghadiri akad nikah putra Ketua DPR Bambang Soesatyo di kawasan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Sabtu (8/9/2018) siang kemarin.
Seperti diketahui Sandi saat ini menjadi calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo Subianto