Kabar Golkar

Sobat Kagol, Ini 5 Tragedi Kerusuhan Sepakbola di Dunia

Oleh · · Kabar Nasional

Kerusuhan pada sepakbola
Kerusuhan pada sepakbola

Jakarta – Halo sobat Kabargolkar, ada berita duka nih dari dunia sepakbola Indonesia, tepat pada Sabtu (1/10/2022) dikabarkan puluhan orang meninggal dunia dalam kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kab. Malang. 

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol.Nico Arfianto, mengungkapkan dalam kejadian tersebut data terupdate menyebutkan sudah 127 orang tewas meninggal dunia akibat kerusuhan, namun data tersebut belum pasti karena sampai hari ini masih melakukan pendataan menggenai korban meninggal dunia dan luka-luka akibat dari kerusuhan tersebut. 

Seperti yang diketahui, insiden itu terjadi setelah laga Arema FC vs Persebaya yang mencetak hasil sekor 3-2 untuk kemenangan tim Persebaya. Usai wasit meniup peluit panjang yang menandakan berakhirnya pertandingan, supporter tim tuan rumah menyerbu lapangan sebagai upaya menunjukkan sikap kekecewaan terhadap kekalahan yang dialami.

Hal itu juga yang membuat pihak Kepolisian untuk menembakkan gas air mata, yang menimbulkan suasana semakin mencekam dan panik bagi para penonton yang masih berada di dalam stadion. Melihat korban jiwa yang berjatuhan hingga memakan puluhan jiwa itu, bias dibilang ini menjadi tragedi paling kelam dan buruk dalam sejarah sepak bola di Indonesia. 

Sobat Kagol merangkum beberapa kejadian yang dialami oleh beberapa negara di dunia, diantaranya; 

24 Mei 1964 Lima, Peru

Lebih dari 300 orang tewas dan 500 lainnya terluka dalam kerusuhan di Stadion Nasional setelah Argentina mengalahkan Peru dalam pertandingan kualifikasi Olimpiade. Dalam momen tersebut, kekacauan pecah ketika wasit menganulir gol Peru ketika pertandjingan dua menit lagi akan berakhir. 

23 Juni 1968 Buenos Aires, Argentina 

Ada 74 orang tewas dan lebih dari 150 lainnya terluka setelah pertandingan River Plate vs Boca Juniors. Stadion Monumental menjadi saksi dari tragedi kelam antara dua tim ini. Pendukung Boca Juniors terjebak tidak bisa keluar dari pintu 12 setelah laga berakhir. Dalam insiden di kandang River Plate tersebut, dari 74 yang tewas, 71 di antaranya disebutkan sebagai pendukung Boca Juniors dan 133 lainnya mengalami cedera parah. Publik sepak bola Argentina kemudian juga menyebutnya sebagai Pintu Neraka karena ribuan orang mendesak masuk ke dalam lorong tersebut tanpa menyadari bahwa yang sudah dilorong tidak dapat membuka pintunya.