Kabar Golkar

Sobat Kagol, Ini 5 Tragedi Kerusuhan Sepakbola di Dunia

Oleh · · Kabar Nasional

Kerusuhan pada sepakbola
Kerusuhan pada sepakbola

2 Januari 1971 Glasgow, Skotlandia 

Stadion Ibrox Park di Glasgow. Total 66 orang pendukung klub sepak bola tewas setelah pertandingan antara rival sekota Glasgow Celtic dan Glasgow Rangers. Bencana itu terjadi karena pembatas hancur dan runtuh ketika ribuan penggemar berjalan keluar dari stadion. Kekacauan yang diakibatkan oleh kerumunan itu sendiri yang tidak menyadari. 

20 Oktober 1982 Moskow, Rusia

Total 66 orang tewas dalam peristiwa ini. Momen itu terjadi saat penonton meninggalkan pertandingan Piala UEFA antara Spartak Moscow dan Haarlem, dari Belanda, di Stadion Luzhniki. 29 Mei 1985, Brussel. Tercatat 39 orang tewas dalam kerusuhan yang terjadi pada finalPiala (Liga) Champions antara Liverpool dan Juventus di Stadion Heysel. 

12 Maret 1988 Kathmandu, Nepal 

Ada 93 orang tewas ketika ribuan penggemar sepak bola melonjak ke pintu keluar stadion yang terkunci untuk melarikan diri ketika tiba-tiba terjadi badai. 15 April 1989, Sheffield, Inggris Tercatat 96 tewas dan ratusan terluka di Stadion Hillsborough yang penuh sesak. Hillsborough bisa dibilang sebagai tragedi sepakbola paling parah di Negeri Ratu Elizabeth. Insiden itu pecah pada babak semifinal Piala FA yang mempertemukan Liverpool dan Nottingham Forest pada 15 April 1989. Saat itu, suporter yang sudah berbondong-bondong datang ke Hillsborough Stadium untuk menyaksikan pertandingan tersebut. Sayangnya, jumlah mereka terlalu banyak untuk menjejali stadion yang kini berkapasitas 39 ribu orang tersebut. Hasilnya, banyak suporter yang berdesak-desakan di tribune penonton. Hal tersebut membuat beberapa suporter yang terlanjur berada di dalam terjebak bersama suporter lainnya dan tak bisa ke mana-mana. Saat laga baru berjalan beberapa menit, wasit sudah harus menghentikan pertandingan pada pukul 15.06, akibat penonton memasuki lapangan. Akan tetapi hal tersebut bukanlah sebuah invasi biasa namun sebuah upaya menyelamatkan diri dari kondisi yang akhirnya merenggut 96 nyawa suporter. 

16 Oktober 1996 Guatemala City

Ada 84 orang tewas dan 147 lainnya terluka ketika penggemar yang panik hancur dan dibekap sebelum kualifikasi Piala Dunia antara Guatemala dan Kosta Rika.