terjadi badai. 15 April 1989, Sheffield, Inggris Tercatat 96 tewas dan ratusan terluka di Stadion Hillsborough yang penuh sesak. Hillsborough bisa dibilang sebagai tragedi sepakbola paling parah di Negeri Ratu Elizabeth. Insiden itu pecah pada babak semifinal Piala FA yang mempertemukan Liverpool dan Nottingham Forest pada 15 April 1989. Saat itu, suporter yang sudah berbondong-bondong datang ke Hillsborough Stadium untuk menyaksikan pertandingan tersebut. Sayangnya, jumlah mereka terlalu banyak untuk menjejali stadion yang kini berkapasitas 39 ribu orang tersebut. Hasilnya, banyak suporter yang berdesak-desakan di tribune penonton. Hal tersebut membuat beberapa suporter yang terlanjur berada di dalam terjebak bersama suporter lainnya dan tak bisa ke mana-mana. Saat laga baru berjalan beberapa menit, wasit sudah harus menghentikan pertandingan pada pukul 15.06, akibat penonton memasuki lapangan. Akan tetapi hal tersebut bukanlah sebuah invasi biasa namun sebuah upaya menyelamatkan diri dari kondisi yang akhirnya merenggut 96 nyawa suporter.
16 Oktober 1996 Guatemala City
Ada 84 orang tewas dan 147 lainnya terluka ketika penggemar yang panik hancur dan dibekap sebelum kualifikasi Piala Dunia antara Guatemala dan Kosta Rika.
9 Mei 2001 Stadion Accra Sport, Ghana
Sekitar 126 penggemar sepak bola meninggal, Kejadian ini bermula dari pertandingan derby Liga Utama Ghana, antara tuan rumah Hearts of Oak menjamu Asante Kotoko. Saat pertandingan memasuki menit ke-85 dengan kemenangan Hearts of Oak dengan skor 2-1, pendukung Asante Kotoko mulai terlihat frustasi. Mereka mulai merobek kursi dari tribun dan melemparkannya ke dalam lapangan.
1 Februari 2012 - Port Said, Mesir
Total 74 orang tewas dan lebih dari 500 lainnya terluka setelah pertandingan antara al-Masry dan al-Ahly. Momen buruk itu terjadi saat ribuan penggemar al-Masry menyerbu lapangan dan menyerang fans tim tamu. Liga Mesir ditangguhkan selama dua tahun sebagai hasilnya.