Kopdar Praja Muda Beringin dengan Aburizal Bakrie dan Agung Laksono. (Foto : Jaa Rizka Pradana/INDOPOS)[/caption]
kabargolkar.com, Jakarta - Panglima Praja Muda Beringin (PMB) Dedy Arianto menuturkan, peluang generasi muda dalam berkontestasi di Pemilu 2019 sama besarnya dengan para kontestan lainnya. Hanya kreativitas yang bisa memberi peluang lebih besar di ajang pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Acara Kopdar alias kopi darat Praja PMB dihadiri Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie.
Kreativitas itu, kata dia, berlaku bagi siapapun tokoh muda dalam politik. Terlebih para kader PMB yang akan berlaga di Pileg 2019. Menurutnya, salah satu yang paling menentukan dari peluang kemenangan caleg muda, adalah bagaimana pendekatan pada masyarakat dan seberapa besar dia mampu merangkul kelompok pemilih muda atau milenial.
"Jadi saya sarankan kepada caleg-caleg muda ini supaya bisa lebih aktif turun ke masyarakat, dekati generasi milenial supaya Pemilu lebih greget," ujar Dedy dalam Kopdar Praja Muda Beringin di Kantor PPK Kosgoro 1957, Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (21/10/2018).
Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono meminta kader PMB tak perlu khawatir serta merasa pesimis. Kata Agung, peluang setiap caleg sama. Agung juga memberi sedikit wejangan pada mereka mengenai pola komunikasi yang harus dibangun terhadap masyarakat.
Para kader PMB harus mampu mentransformasikan gagasan-gagasan, baik dari partai ke publik maupun sebaliknya. "Saya kira mereka harus mendapatkan bimbingan tentang bagaimana mencapai posisi tanpa gesekan-gesekan, ada pembagian wilayah yang lebih jelas," papar Agung.
Agung meyakini, mereka mempunyai potensi besar karena ide-ide mereka mewakili generasi muda yang diwujudkan melalui pendekatan digital. Selain itu, kata dia, komunikasi generasi muda lebih fleksibel, dari hati ke hati. "Saya yakin di era masa sekarang ini sudah cerdas, dan tentu akan punya pilihan dan argumentasi untuk memilih," jelasnya. (indopos)