Kabargolkar.com - Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo mengungkap besaran bonus yang akan diberikan kepada atlet peraih medali di ajang ASEAN Para Games 2023 Kamboja meningkat dibandingkan bonus pada penyelenggaraan kompetisi yang sama pada 2022 di Solo.
“Kalau bonus, sudah pasti ini naik dari ASEAN Para Games sebelumnya, ini sudah pasti naik karena mengikuti juga bonus dari SEA Games,” ujar Menpora dalam keterangannya seperti yang kami kutip dari laman Kemenpora.go.id, Kamis (8/6/2023).
Dito menekankan jika besaran bonus yang diberikan oleh pemerintah kepada atlet para games sama dengan bonus yang diperoleh atlet peraih medali di SEA Games 2023.
Mengutip data Kemenpora, bonus untuk atlet peraih medali emas pada pertandingan perorangan senilai Rp525 juta, ganda atau pasangan Rp420 juta, dan nomor beregu Rp367,5 juta.
Untuk medali perak pada nomor perorangan sebesar Rp315 juta, nomor ganda atau pasangan Rp252 juta, dan beregu Rp220,5 juta. Sementara bonus medali perunggu pada nomor perorangan Rp157,5 juta, ganda atau pasangan Rp126 juta, dan beregu Rp105,5 juta.
Dito mengaku pemerintah sengaja memberikan bonus untuk atlet peraih medali di SEA Games 2023 beberapa hari lalu bertepatan dengan kompetisi ASEAN Para Games di Kamboja. Tujuannya, kata Dito, untuk memacu semangat para atlet para games meraih medali di kompetisi olahraga disabilitas terbesar se-Asia Tenggara tersebut.
Menpora juga menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo untuk para atlet yang menerima bonus agar memanfaatkannya dengan bijak, seperti berinvestasi untuk masa depan.
Dito pun menyampaikan hal tersebut kepada atlet peraih medali di ajang ASEAN Para Games 2023 di Kamboja.
Mengutip laman resmi ASEAN Para Games 2023 Kamboja, Indonesia menduduki peringkat pertama klasemen perolehan medali dengan 148 emas, 132 perak, dan 87 perunggu.
ASEAN Para Games yang diselenggarakan sejak 3 Juni akan berakhir pada Jumat (9/6/2023) dengan para-bulu tangkis sebagai cabang olahraga terakhir yang akan dipertandingkan.
Pada malam harinya, akan diadakan upacara penutupan untuk menandakan ajang olahraga penyandang disabilitas se-Asia Tenggara telah selesai.