Alasan kenapa LBP paling banyak dipilih, karena paling mengerti dan bisa mengaplikasikan keinginan serta kebijakan dan visi misi dalam program-program Presiden Jokowi.
“Kesimpulan dari survei ini menunjukan bahwa publik menjadikan pemilu sebagai ajang pembentukan pemerintahan baru sehingga itu sudah diketahui oleh publik, sehingga publik mengapresiasi secara positif,” paparnya.
Dia menjelaskan bahwa secara garis besar pesta demokrasi akan berkaitan dengan kebijakan yang bertujuan untuk memberikan kemakmuran perekonomian tanah air.
"Ada komitmen ke situ menyangkut kepentingan bangsa dan negara dalam hal ini jadi otomatis kedaulatan rakyat terpenuhi," ungkapnya.
Selain itu, lanjut dia, pesta demokrasi yang berjalan kondusif dan menerapkan prinsip jujur dan adil, juga akan memberikan dampak positif bagi kehidupan demokrasi dan pembangunan ekonomi nantinya.
Menanggapi hasil survei JJI, pengamat politik dan juga dosen Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jogjakarta Ludiro Madu menilai bahwa masyarakat mulai melihat sosok calon presiden yang lebih memahami tentang keadaan rakyat, seperti persoalan ekonomi.
Oleh karena itu, kata dia, Airlangga Hartarto unggul karena dianggap mampu mengurusi ekonomi Indonesia.
"Saya melihat Airlangga Hartarto unggul dalam survei JJI, karena masyarakat anggap mampu urus ekonomi," kata Ludiro kepada wartawan, Minggu (24/6), dikutip dari keterangan tertulis.
Ludiro mengatakan, Airlangga mampu menerapkan kebijakan pro stability, pro jobs, pro environment, karena pengalaman di bidang ekonomi dan persoalan lainnya.
Selain itu, kata Ludiro, citra positif Airlangga di mata publik saat ini juga mendongkrak elektabilitas sebagai capres.
Hal ini juga bisa menambah nilai bagi ketua umum Partai Golkar itu.
Menurut dia, Golkar di Pemilu 2024 dapat menjadi partai yang dipilih masyarakat karena ditambah adanya figur Airlangga.
"Peluang menang Airlangga sebagai capres besar jika mesin politik Golkar terus berjalan," ungkapnya.
Kesempatan Airlangga menjadi Capres 2024 menjadi momen Golkar sebagai partai besar yang selalu didukung masyarakat.
Hal ini merupakan modal Golkar wujudkan ketumnya sebagai presiden 2024.
Sementara, munculnya Iriana Jokowi sebagai cawapres di survei JJI dianggap sangat mengejutkan.
Sebab, nama Iriana Jokowi tidak pernah muncul di survei.
Munculnya Iriana Jokowi karena dianggap bisa melanjutkan kerja Presiden Jokowi.
Sebab, Iriana lebih paham tentang kerja yang dilakukan Jokowi.
"Ya sangat mengejutkan ada nama Iriana Jokowi masuk di survei JJI sebagai cawapres, tentu ini hal yang wajar karena Iriana Jokowi tahu dan paham atas kerja Jokowi," bebernya. (jpnn.com)