Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Felix Pullu, Politisi Golkar Tetap Lentur Hingga Usia Senja
  Kabar Golkar   03 Desember 2018
kembali menjadi anggota biasa karena Jan Jos Botha yang adalah Ketua DPD Golkar NTT, sekaligus dipercayakan sebagai Ketua DPRD NTT. Felix Pullu dan Jan Jos Botha sama sama dari Ngada, bahkan juga dari kampung yang sama, Mangulewa. Felix Pullu memang politisi lentur. Sudah pensiun dari DPRD NTT sejak akhir 1990-an, kiprahnya sebagai politisi tak kunjung pudar. Salah satu buktinya, ia dipercayakan sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Golkar NTT sejak kepemimpinan IA Medah dan lanjut ke kepemimpinan Melki Laka Lena, sebagai Ketua Golkar NTT. Felix Pullu bahkan rela mendampingi sejumlah kelompok milenial dalam tim buku ketika harus mewawancarai sejumlah sesepuh Golkar lain di Kota Kupang dan sekitarnya.

Lewat Diklat

Bagaimana Golkar kini, ada baiknya juga mengutip Moh Ichsan Firdaus. Melalui tesisnya di depan penguji UI di Jakarta, 2015, ia menggambarkan era reformasi bagi Golkar menjadi babak baru. Kemenangan berturut turut dengan raihan sedikitnya 70 persen pada masa Orde Baru, belakangan terus surut bahkan tersisa hanya sekitar 14 persen suara pada Pemilu 2014. Kondisi itu terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya karena militer dan birokrasi – sesuai tuntutan reformasi – menarik dukungannya dari Golkar. “Imbasnya, penguasaan Golkar di pemerintahan dan parlemen ikut melemah,” demikian Ichsan Firdaus melalui tesisnya berjudul: Desain Strategi Politik Partai Golkar Menghadapi Pemilu 2019. Merespons kondisi itu, Moh Ichsan Firdaus menyertakan sejumlah saran. Di antaranya, perlu melakukan peninjauan ulang terkait doktrin “karya dan kekaryaan” Golkar, khususnya terhadap posisi Golkar pascareformasi dan hubungannya dengan eksekutif. Ichsan Firdaus adalah anggota DPR RI Fraksi Golkar periode 2014 – 2019, dari daerah pemilihan Jawa Barat. Terkait kondisi Golkar yang melemah menyusul era reformasi, Felix Pullu menitipkan sejumlah saran lebih konkrit yang diharapkan menjadi sumber energi baru bagi Golkar terutama di NTT. Di antaranya, pembinaan kader harus mendapat perhatian serius. Kegiatannya dilakukan secara berkala melalui diklat khusus. Selama kegiatan agar menanamkan semangat militansi ber-Golkar yang ditunjukkan melalui PDLT (pengabdian, dedikasi, loyalitas dan tidak tercela). Melalui diklat itu wawasan dan ketrampilan para kader diharapkan meningkat. Melalui pembinaan itu pula para kader akan memiliki pemahaman secara baik tentang Golkar sekaligus meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya. “Golkar juga harus mampu membangun dan mengajak kalangan pengusaha bergabung dengan Golkar. Mereka adalah kelompok khusus yang diharapkan bisa menopang ‘gizi’ Golkar,” tambah Felix Pullu. Di Golkar NTT, sang tokoh satu ini sudah masuk kelompok sesepuh, seiring usianya yang sudah 77 tahun per awal Desember 2018. Namun ia tetap aktif berkat sikap politiknya yang dikenal lentur. Menariknya lagi, Felix Pullu tetap saja tampil beda dengan sesepuh lain seusianya. Lihat saja. Kondisi fisiknya masih segar, sehat, bahkan masih energik. Kebutuhan bertongkat khusus menopang tubuh di usia tua, masih menjadi bayangan di radius jauh. Setidaknya sekali seminggu masih bermain tenis dengan mitra akrabnya. Bahkan sisa jejak gaya penampilannya yang “flamboyan” masih menempel. Ia tidak hanya menjaga dandanan penampilannya, tetapi juga tetap piawai merangkai kalimat lembut dalam berinteraksi. Seperti seniornya, Titus Uly (alm), Felix Pullu adalah politisi lentur yang juga berkemampuan mengendurkan tensi politik di NTT. (mediantt)
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.