[caption id="attachment_17229" align="aligncenter" width="1400"]

/>
ilustrasi (futureoflife.org)[/caption]
kabargolkar.com - AI? Apalagi tuh? Nah, bagi yang belum mahfum, AI itu singkatan istilah berbahasa Inggris, yaitu
Artificial Intelligence. Bila diterjemahkan secara bebas ke dalam bahasa Indonesia artinya menjadi kecerdasan buatan. Lalu, apa hubungannya dengan perpolitikan di Indonesia, khususnya Partai Golkar dalam menghadapi Pileg 2019?
Istilah AI atau
Artificial Intelligence terungkap lewat pernyataan Ketua Umum Partai Golkar,
Airlangga Hartarto. Beliau mengungkapkannya pada Rabu (19/12/2018) usai memberi pembekalan caleg DPR RI Partai Golkar di Gedung DPP Partai Golkar. Airlangga mengatakan partainya memiliki tools atau teknologi untuk penggalangan suara.
Lebih lanjut, sosok yang juga menjabat sebagai Menteri Perindustrian ini mengatakan bahwa teknologi digital dan industri 4.0 berkembang terus. Perkembangan ini kemudian memunculkan big data artificial intelligence. Demikian gambaran Airlangga saat menjelaskan soal tools yang akan digunakan Partai Golkar.
Berita terkait: Target Raup Suara, Golkar Bakal Gunakan Ini di Pileg 2019
Sebenarnya Istilah artificial intelligence (AI) sudah lama dibicarakan. Dalam konteks global, AI diperkirakan akan menjadi sesuatu yang sangat menjanjikan di masa depan. Tokoh-tokoh ternama seperti Bill Gates, Mark Zuckerberg, dan Elon Musk ramai membicarakannya. Tidak hanya itu, bahkan beberapa universitas ternama di dunia sampai perlu mempelajarinya dengan membuka jurusan khusus tentang AI.
Nah, berikut akan disampaikan secara singkat perihal AI atau Artificial Intelligence ini.
Definisi umum
Artificial Intelligence, sesuai namanya merupakan kecerdasan buatan yang tercipta berkat perkembangan dan kecanggihan teknologi. Awal penciptaannya ditujukan untuk membantu manusia dalam berbagai hal. Dari sinilah kemudian muncul 'mengadopsi kecerdasan manusia'. Dalam beberapa hal AI lebih canggih. AI dapat berbentuk sebatas program software, gadget, bahkan sampai berupa robot. Contoh terkini tentang AI yang sedang marak perkembangannya adalah mobil yang bisa menyetir sendiri (self-driving car). Contoh lainnya aplikasi AI seperti drone canggih untuk militer, serta robot yang beroperasi di pabrik secara otomatis. Manusia hanya mengawasi saja.
[caption id="attachment_17231" align="aligncenter" width="1200"]
Pemakaian teknologi AI dalam pabrik otomotif (Flickr/Steve Jurvetson)[/caption]
selanjutnya:
Kontroversi AI
Kontroversi AI
Ternyata, selain memberikan dampak positif, AI juga membuahkan kontroversi. AI dianggap dapat memberikan ancaman bagi manusia. Banyak orang akan terpinggirkan, karena lapangan pekerjaan dan keahliannya tergantikan oleh keberadaan AI. Beberapa film hollywood juga menggambarkan dahsyatnya kerusakan yang dapat ditimbulkan oleh AI, seperti Terminator dan sekuel-sekuel maupun prekuelnya.
[caption id="attachment_17232" align="aligncenter" width="1024"]
Cuplikan film Terminator (foto: Warner Brothers)[/caption]
Tidak terhindarkan
Perkembangan teknologi dan industri, membuat pemakaian AI menjadi tidak terhindarkan. Dari sisi industri, yang saat ini memasuki revolusi industri 4.0, AI adalah bagian penting dalam revolusi tersebut. Selain sektor industri, sudah banyak sektor lain yang memanfaatkan teknologi AI. Mulai dari kesehatan, pendidikan, sampai dengan militer.
AI dalam politik
Mesin AI ataupun dalam bentuk program akan dapat membantu memilah data. Data dalam tiap dapil, misalnya akan dianalisa oleh AI