Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Golkar Kritik Pernyataan Timses Prabowo Soal Kementerian Khusus Bencana
  Kabar Golkar   02 Januari 2019
    kabargolkar.com, JAKARTA - Pernyataan Dahnil Anzar bahwa Prabowo-Sandi akan membuat Kementerian khusus yang menangani bencana jika terpilih mendapat tanggapan dari Juru Bicara (Jubir) dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja (KIK), Ace Hasan Syadzily. Menurut Ace, Jubir dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandi tersebut tidak tahu Undang-Undang tentang Penanggulangan Bencana "Pak Dahnil dan Tim Prabowo-Sandi tidak membaca UU ya! Kita sudah memiliki UU 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana," ujar Ace melalui keterangan tertulisnya, Selasa (1/1/2019). Ace menjelaskan, dalam undang-undang tersebut secara tegas telah menyebutkan tentang adanya suatu badan khusus yang menangani bencana, yaitu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang berada langsung di bawah Presiden. BNPB sendiri telah mengkoordinasikan penanganan bencana di Indonesia dengan Basarnas, Kementerian Sosial, TNI, Polri, BMKG, Pemerintah Daerah dalam hal ini BPBD, dan para Relawan kebencanaan. Soal penanganan bencana, Ace mengaku bahwa TKN memiliki kecepatan dalam merespon bencana. Hal itu dapat dilihat dari kunjungan capres nomor urut 01, Joko Widodo yang selalu hadir bersama para korban bencana di saat masyarakat terdampak membutuhkan bantuan. "Sementara, kubu sebelah terkesan politisasi bencana. Kami sudah berbuat yang terbaik untuk penanganan bencana, sementara kubu sebelah baru rencana," tuturnya. (akurat)
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.