Dilahirkan oleh Sekber dan Sekber melahirkan Kino-Kino. Tapi sebelum Sekber itu lahir, ada 97 organisasi lain yang mendirikan Sekber itu. 97 itu ada TNI-Polri, ada Birokrasi, ada Nelayan, ada Wartawan, ada kelompok pemuda, ada kelompok aktivis mahasiswa. Ada juga kelompok profesional, baik itu bidan, dokter, semuanya ada, wanita. Dengan demikian dapatlah kita simpulkan kembali lagi bahwa Partai kita ini memang lahir bukan dilakukan oleh satu kelompok orang tertentu. Tapi betul-betul dilahirkan dari kandungan rakyat Indonesia.
Tujuannya pun sudah jelas. Waktu itu untuk bagaimana bisa menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa dari transisi politik Pasca Pemilu tahun 1955. Yang pada awalnya ketika Pasca Kemerdekaan tahun 1948 itu, tahun 1945-1948 kemudian proses pentahapan untuk menuju pemilu, terjadi perdebatan yang panjang antara monopartai atau multipartai.
Inflasi kita waktu itu 690 persen, pengangguran dimana-mana, stabilitas politik yang tidak bisa kita kendalikan. Ada sekelompok orang yang ingin merubah ideologi Pancasila menjadi ideologi komunis. Dan tidak boleh Golkar malu untuk mengatakan ini. Karena Golkar lahir mempunyai nilai dan cita-cita. Itu perbedaan kita di situ. Golkar tidak hanya merebut kekuasaan. Tidak hanya mengisi kemerdekaan. Tapi Golkar lahir untuk mempertahankan ideologi Pancasila dari serangan ideologi lain. Itu perbedaan kita dengan partai yang lain.
Bapak Ibu semua atas dasar pemahaman itu maka sangatlah layak kemudian untuk Golkar terus melakukan sebuah proses evolusi. Golkar dalam sejarahnya, yang telah diwariskan oleh para senior-senior, oleh para pendiri itu dengan legacy masing-masing zamannya ada. Maka saya berpendapat, setelah saya melakukan kontemplasi, diskusi dengan berbagai senior, termasuk Pak Agung dan banyak senior-senior yang lain. Dapatlah kita simpulkan bahwa Golkar ini partai yang luar biasa. Enggak ada partai di Republik ini yang proses kelahiran sejarahnya dilahirkan oleh pendiri bangsa. Pikiran-pikiran besarnya pun didirikan, digagas oleh para pendiri bangsa.
Dan karena itu Golkar enggak boleh ada satu kelompok orang tertentu, yang mengklaim bahwa Golkar ini seperti punya mereka. Enggak boleh satu kelompok tertentu merasa punya partai Golkar ini. Enggak boleh. Apalagi keluarga tertentu. Enggak boleh. Yang bisa mengklaim Golkar ini punya siapa adalah seluruh rakyat Indonesia yang merasa bagian dari para keluarga besar.
Ini penting. Ini biar kita fair. Kalau kita mau besar partai ini, kalau kita betul-betul mengembalikan partai ini kepada khittah perjuangannya, maka kita harus inklusif. Kita tidak boleh eksklusif. Karena memang sejarah partai ini didirikan bukan untuk eksklusif. Partai ini ada orang pintar baca, ada orang pintar tulis, ada orang pemain lapangan, pintar lapangan.
Karena pintar tulis, pintar pidato, pintar baca, kalau tidak pintar lapangan, datang pemilu, lewat itu suara. Ada pun sebaliknya. Pintar main lapangan, mungkin konsepnya tidak sebaik di lapangan, tapi kalau terlalu banyak permainan lapangan, lewat barang itu. Itu. Ini kayak Baco (Sekretaris DPD Partai Golkar DKI Jakarta) ini. Baco. Mana Baco? Baco ini visi, misi, gizi, lapangan, paten barang.
Bapak