Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Keberlanjutan dan Berkeadilan, Kebijakan Sektor Energi Komprehensif Partai Golkar
  Kabar Golkar   15 Februari 2019
[caption id="attachment_20452" align="aligncenter" width="780"]kabargolkar.com
Ilustrasi sektor energi (shutterstock)[/caption] kabargolkar.com, JAKARTA - Pada Kamis 14 Februari 2019, Partai Golkar menggelar acara diskusi. Acara ini  terlaksana dalam rangka persiapan debat Capres kedua pada 17 Februari 2019 nanti. Tema diskusi pun berkaitan dengan yang akan dibahas pada debat capres kedua, yaitu sektor energi, lingkungan hidup (LH), pangan, sumber daya alam (SDA), infrastruktur serta pemerintahan. Salah satu isu penting yang mencuat tidak hanya di tingkat nasional, bahkan global adalah terkait energi. Lalu, bagaimana kebijakan sektor energi Partai Golkar? Para kader, dan juga calon pemilih perlu mendapatkan gambaran yang jelas tentang kebijakan Partai Golkar di sektor ini. Di sela kesibukan acara diskusi, kabargolkar.com menemui salah satu nara sumber, yaitu Satya Widya Yudha, Wakil Ketua Komisi I Fraksi Partai Golkar DPR RI. Dalam perbincangan, Satya Widya Yudha mengungkapkan panjang lebar masalah sektor energi, pengelolaan SDA, dan lingkungan hidup (LH). Berikut penuturannya:

Harus dimulai dari pemahaman yang benar di masyarakat

[caption id="attachment_20414" align="aligncenter" width="700"]kabargolkar.com Satya Widya Yudha, Wakil Ketua Komisi I Fraksi Partai Golkar DPR RI. (foto: suara.com)[/caption] Jadi begini, sesuai tema yang diangkat ketika diskusi, kita berbicara tentang ketahanan energi. Itu suatu konsep dasar yang harus dipahami, karena ada tiga istilah yang populer di masyarakat. Satu adalah kedaulatan energi. Yang kedua adalah kemandirian energi. Ketiga adalah ketahanan energi. Tiga hal itu mempunyai substansi yang berbeda. Kalau bicara kemandirian, lebih ke arah swasembada. Bagaimana hasil energi yang kita peroleh bisa dimanfaatkan. Atau suplainya cukup untuk demand yang ada di domestik.

Konsep dasar ketahanan energi

Berbicara mengenai ketahanan energi, Satya Widya Yudha mengungkapkan empat hal yang saling berkaitan, yaitu ketersediaan suplai, infrastruktur, affordability atau kemampuan membeli masyarakat. Satu lagi yang tidak boleh dilupakan yaitu sustainabilitas, atau keberlanjutan. Berikut penuturannya: Sementara di seluruh dunia jarang sekali yang bisa swasembada energi. Maka topiknya lebih ke arah ketahanan. Bagaimana kita memiliki ketahanan energi, ada energy resilience, atau energy security. Itu tujuannya adalah supaya kita tercukupi dulu mengenai suplainya. Jadi ketersediaan suplai. Lantas bila sudah ada ketersediaan suplai, diangkut menggunakan apa? Perlu ada infrastruktur. Begitu ketersediaan suplai ada, infrastruktur ada, berikutnya: masyarakat mampu membeli tidak? Maka ada komponen ketiga, yaitu affordability. Tetapi jangan salah. Ketika menjalankan hal ini semua, jangan lupakan faktor sustainability. Kalau sustainability itu berarti menyangkut masalah lingkungan. Kalau energi terlalu merusak lingkungan, itu tidak sustainable. Akhirnya tidak akan mencapai ketercukupan. Merusak tatanan kemandirian energi itu sendiri. [caption id="attachment_20453" align="aligncenter" width="700"]kabargolkar.com kabargolkar.com[/caption]

Filosofi pembangunan sektor energi Partai Golkar  

Berdasarkan pemahaman yang benar tentang dasar sektor energi, Partai Golkar mencoba menggali lebih jauh tentang yang harus dimiliki oleh masyarakat. Partai Golkar menawarkan konsep pengelolaan energi yang berkelanjutan dan berkeadilan. Ini penuturan Satya Widya Yudha: Maka Golkar dalam hal ini mencoba menguak itu. Menjabarkan masalah energi dari filosofi dasar, pemahamannya dulu
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.