Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Golkar Jabar Sebut Elektabilitas Jokowi Melonjak 64 Persen
  Kabar Golkar   26 Februari 2019
kabargolkar.com, BEKASI -- Elektabilitas pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma’aruf Amin pada Pilpres 2019 naik 64 persen. Hal ini diungkapkapkan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat, Dedy Mulyadi. Elektabilitas tersebut dari internal Partai Golkar baik pengurus atau kader di tingkat kota/kabupaten. Sebelumnya hanya berkisar 30-40 persen. “Kalau masih ada pikiran-pikiran yang ragu, itulah tugas kita untuk memberikan penjelasan,” kata Ketua Tim Kampanye Daerah pasangan Jokowi-Ma’aruf Amin di Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam Rapat Konsolidasi Partai Golkar dalam rangka Pileg-Pilpres 2019, di Jababeka, Senin (26/2). Dedi yakin penjelasan yang disampaikan dalam rapat konsolidasi soal keberhasilan Jokowi di pemerintahan bisa mengubah pemikiran yang ragu. “Barangkali penjelasan tadi akan memberikan efek terhadap para pendukung Partai Golkar di berbagai daerah termasuk di Kabupaten Bekasi. Saya yakin bisa dilihat nanti di bulan Maret pasti sudah berubah,” katanya. Berdasarkan elektabilitas itu juga, Dedi berharap target minimal perolehan suara pada Pilpres 2019 bisa mencapai 55 persen. “Minimal 55 persen harus bisa diraih di Kabupaten Bekasi. Atau bisa mencapai 60 persen,” ucapnya. Meski demikian Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat ini mengakui ada beberapa daerah yang tergolong rawan tingkat keterpilihannya. Seperti Kota/ Kabupaten Bekasi, Kota/Kabupaten Bogor dan Kota/Kabupaten Sukabumi. “Itu daerah yang rawan elektabilitinya akibat pemilihan presiden bersama dengan pemilihan partai. Ini efek elektoral bagi kandidat calon presiden. Jadi saya katakan, Golkar ini kalah di daerah yang Pak Jokowinya juga relatif masih kalah,” imbuhnya. “Aspek elektabiliti calon presiden berimplikasi pada opini publik tentang pemilihan presiden. Andai pemilihannya dipisah ceritanya akan lain. Tapi karena pemilihannya disatukan maka Golkar mengalami tekanan psikologis,” tutupnya. [poskotanews]
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.