Panji Golkar (net)[/caption]
kabargolkar.com, JAKARTA - Partai Golongan Karya (Golkar) adalah parpol dengan nafas "Karya Kekaryaan" kental dengan filosofi pembangunan. Hal ini selalu dibawa sebagai semangat memberikan karya terbaik bagi bangsa dan negara. Artinya, Partai Golkar selalu mendorong dan mendukung sepenuh hati kegiatan pembangunan bangsa Indonesia agar semakin sejahtera dan maju.
Pemerintahan saat ini yang berlangsung dengan kepemimpinan Presiden Joko Widodo juga bergerak sangat ekspansif membangun dan mengejar ketertinggalan, terutama dalam hal infrastruktur. Sebut saja pembangunan infrastruktur seperti bandar udara, pelabuhan, stasiun, jalur rel kereta, serta pembangunan jalan.
Semua hal tersebut menunjukkan semangat yang sama sesuai dengan filosofi dan dasar perjuangan Partai Golkar, yaitu pembangunan. Perlu dicatat, bahwa setelah era Orba (Orde Baru), baru pada era Jokowi pembangunan kembali digalakkan secara masif di Indonesia.
Hal ini yang menjadi pendorong Partai Golkar untuk 100 persen total mendukung Joko Widodo untuk membali maju di periode 2019-2024. Karena, dengan mendukung untuk meneruskan kepemimpinan Jokowi di periode kedua, pembangunan yang sudah berjalan saat ini akan terus dilanjutkan dan dituntaskan. Sehingga, hasil pembangunan terbaik akan dapat dirasakan oleh masyarakat.
Prestasi lainnya yang dicetak Presiden Jokowi yaitu kemampuannya menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran. Pada Februari 2018, angka kemiskinan telah turun menjadi 9,84 persen. Ini adalah sebuah prestasi, mengingat untuk pertama kalinya Pemerintah mampu menurunkan angka kemiskinan hingga berada di bawah 10 persen. Demikian juga dengan angka pengangguran yang mampu ditekan hingga 5,3 persen. Pencapaian itu melalui pembukaan lapangan kerja untuk masyarakat.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi RI pada tahun 2018 lalu memperlihatkan tren menaik dibanding tahun sebelumnya, pertanda iklim usaha di negeri ini sangat kondusif untuk pembangunan dan investasi. Ekonomi mampu tumbuh di atas 5 persen. Besaran pertumbuhan ini dinilai cukup kuat mengingat kondisi ekonomi global uyang tidak dalam kondisi baik dan stabil. (kabargolkar)