[caption id="attachment_22895" align="aligncenter" width="1000"]
Golkar diperkirakan kehilangan kursi ketua DPRD Banjarmasin (foto: net)[/caption]
kabargolkar.com, BANJARMASIN - Partai Golkar Banjarmasin harus berbesar hati lengser dari tahta kursi ketua DPRD kota. Hal ini menyusul hasil suara pada pemilu 2019 untuk partai ini yang anjlok dibandingkan pemilu sebelumnya. Kini, tahta tersebut kemungkinan akan diduduki oleh Partai Amanat Nasional (PAN).
Ketua DPD Partai Golkar Banjarmasin Hj Ananda mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih menunggu hasil final penghitungan suara oleh KPU. Namun, dari data yang ada saat ini bisa dipastikan bahwa partainya tak akan digdaya lagi untuk mempertahankan tahta dewan.
“Iya, itu bisa dipastikan kalau kehilangan kursi ketua DPRD,” ungkapnya.
Ananda mengatakan, hilangnya kursi ketua dewan di Banjarmasin sudah diprediksi sebelumnya. Hal ini menyusul ketatnya persaiangan antar parpol di kota seribu sungai tersebut. Di antaranya juga terimbas pada polarisasi suara capres antara pendukung 01 Jokowi-Ma’ruf dan capres 02 Prabowo-Sandi.
Hal ini juga dibenarkan Ketua Harian DPD Partai Golkar Kalsel H Supian HK. Ia mengakui, ada terjadi pergeseran suara Golkar pada pemilu 2019 ini. Ada beberapa daerah yang naik, tapi ada pula yang turun suaranya. Penurunan perolehan suara menurutnya terjadi di Dapil Kalsel 1 Kota Banjarmasin yang tak hanya terjadi di tingkat Provinsi, tapi juga terjadi pada perolehan suara tingkat Kota Banjarmasin. Padahal pada hasil Pileg 2014 silam, Golkar Banjarmasin mendapat lebih 50 ribu suara.
“Dapil Banjarmasin mengalami penurunan. Tapi untuk Provinsi masih dapat satu kursi. Di tingkat Kota Banjarmasin diperkirakan kami tidak lagi jadi Ketua DPRD Kota Banjarmasin. Tapi ini sudah kami prediksi memang akan sulit,” jelasnya.
Diperkirakan, berdasarkan data perhitungan dari formulir C1 saksi-saksi di tiap TPS, Golkar Banjarmasin akan mendapat enam kursi. Yakni 2 kursi di dapil Kecamatan Banjarmasin Barat, sisanya masing-masing 1 kursi di kecamatan Banjarmasin Tengah, Utara, Timur, dan Selatan.
Namun di beberapa daerah lainnya, ujar Supian, suara Partai Golkar diklaim meningkat cukup signifikan seperti di Dapil Kalsel 5 meliputi Kabupaten Hulu Sungai Utara, Tabalong dan Balangan, Dapil Kalsel 3 Kabupaten Batola dan Dapil Kalsel 2 Kabupaten Banjar.
Dimana di Dapil Kalsel 5 diperkirakan mendapatkan tiga kursi dari sebelumnya dua kursi, Dapil Kalsel 3 sebanyak tiga kursi dari sebelumnya dua kursi dan Dapil Kalsel 2 dari dua menjadi tiga kursi di Pemilu 2019 ini.
Data tersebut merupakan rekapitulasi internal yang dilakukan DPD Partai Golkar Provinsi Kalsel mengacu pada formulir C1 yang sudah mencapai 80 persen masuk ke dalam rekap partai hingga kurang lebih seminggu usai pencoblosan. Dengan perkiraan 16 kursi DPRD Provinsi Kalsel sudah dikuasai, pihaknya tentu optimis pucuk Ketua DPRD Provinsi Kalsel kembali akan diduduki kader Partai Golkar.
Klaim mengamankan 16 kursi di Rumah Banjar tersebut diakuinya belum memenuhi target. Sebab pada pemilu 2019 ini Golkar menargetkan 18 kursi