14 Agustus 2020
Dedi Mulyadi: Budaya Sering Menjadi Asesoris
  Administrator
  20 Agustus 2019
  • Share :
[caption id="attachment_27310" align="aligncenter" width="660"] Ketua DPD I Golkar Jabar Dedi Mulyadi dalam sebuah diskusi di Bandung, Selasa (20/8)[/caption] kabargolkar.com, BANDUNG- Ketua DPD I Golkar Jabar Dedi Mulyadi mengatakan bahwa budaya seringkali cuma menjadi asesoris. Hal tersebut dikatakannya pada acara 'Sundalilneals: Melestarikan Budaya Sunda di Tengah Modernisasi' yang diselenggarakan Praja Muda Beringin di Bandung pada 20 Agustus 2019. Dedi juga mengungkapkan penyebab budaya Sunda cuma dijadikan asesoris dan tidak sekuat budaya Jawa maupun Bali karena aspek spiritual budaya Sunda belum dijadikan prioritas. "Budaya (Sunda) hanya dijadikan asesoris. Sehingga perlu pemahaman yang mendalam tentang budaya Sunda itu sendiri," ujar Dedi. menurut Dedi aspek spiritual budaya Sunda sudah sangat kuat. "Bila ingin kembali ke Sunda, kembali pada ideologi Sunda itu sendiri. Budaya Sunda itu memiliki aspek spiritual yang kuat," tambah Dedi. Dedi juga mengungkapkan faktor lain mengapa budaya Sunda kurang dipahami, yaitu filosofinya tersingkir oleh filosofi dari Barat. "Bagaimana kita bisa paham tentang budaya kita, kalau yang diambil saja filsafat-filsafat Sokrates dan Plato. Sementara budaya kita sendiri jarang ada yang mau menggunakan filosofinya," tegas Dedi.  
Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.